3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Sekutu Terbesar AS Akui Kemenangan Joe Biden

- Apahabar.com Minggu, 8 November 2020 - 17:36 WIB

Sekutu Terbesar AS Akui Kemenangan Joe Biden

Joe Biden merayakan kemenangannya dalam Pilpres AS di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7/11/2020). Foto-Reuters/Jim Bourg via Antara

apahabar.com, LONDON – Sejumlah sekutu terbesar dan terdekat Amerika Serikat (AS) langsung mengucapkan selamat kepada Joe Biden pada Sabtu (7/11).

Mereka mengakui kemenangan kandidat dari Partai Demokrat itu dalam pemilihan presiden, meski petahana Donald Trump belum menyatakan menyerah.

Dilansir Antara, Jerman, Kanada, dan Prancis, yang memiliki hubungan renggang dengan pemerintahan Trump meski merupakan mitra G7 dan NATO.

Ketiga negara yang merupakan di antara negara-negara pertama yang mengakui kemenangan Biden, tak lama setelah jaringan televisi AS mengumumkan kabar tersebut.

“Saya menantikan kerja sama ke depannya dengan Presiden Biden,” tulis Kanselir Jerman Angela Merkel di Twitter. “Persahabatan trans-Atlantik kita tak tergantikan jika kita ingin menguasai tantangan yang luar biasa di zaman kita.”

Lebih lanjut, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz, mengisyaratkan bahwa pemerintahan Biden akan menandai kembali hubungan trans-Atlantik. “Kini ada peluang untuk babak baru dan yang menarik dalam hubungan trans-Atlantik,” cuitnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dirinya berharap dapat mengatasi “tantangan terbesar dunia” dengan pemerintahan baru, termasuk perubahan iklim, sebuah isu yang di dalamnya banyak negara berselisih pendapat dengan Trump.

Kemudian, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang menjalin hubungan jauh lebih mulus dengan Trump, juga menyinggung tema perubahan iklim ketika mengucapkan selamat kepada Biden.

“AS merupakan sekutu terpenting bagi kami dan saya menantikan kerja sama yang erat mengenai prioritas kita, mulai dari isu perubahan iklim sampai isu perdagangan dan keamanan.”

Washington pada Rabu (4/11) resmi keluar dari perjanjian Paris tentang pembatasan emisi gas rumah kaca, memenuhi janji Trump untuk menarik negaranya yang penghasil emisi terbesar kedua dunia itu dari pakta tersebut.

Namun, Biden telah berjanji akan membawa AS bergabung kembali dengan pakta tersebut jika ia terpilih menjadi presiden.

“Trump dipastikan kalah dalam pemilu. Ini berita baik untuk planet ini, karena sayap kanan global kehilangan aset politik terkuatnya,” cuit Wakil Perdana Menteri Spanyol Pablo Iglesias, yang beraliran ekstrem kiri.

Irlandia, yang konon merupakan negara asal moyang Biden, menyebut Biden sebagai Presiden ke-46 AS, meski Trump menuding Biden “bergegas untuk berpura-pura sebagai pemenang.” Trump, tanpa bukti, menuduh ada kecurangan dalam pemilihan.

“Irlandia bangga dengan terpilihnya Joe Biden dalam pemilhan, seperti halnya kami bangga pada seluruh generasi perempuan dan pria Irlandia serta leluhur mereka, yang dengan kerja keras dan kecerdasan mereka telah memperkaya keragaman yang memperkuat Amerika,” kata Perdana Menteri Micheal Martin melalui pernyataan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Pengemudi Tabrak Gerbang Masjidil Haram Langsung Ditangkap, Diduga Tidak Normal
Covid-19

Internasional

Abaikan Covid-19, Diprediksi Jutaan Warga AS Tetap Berlibur Thanksgiving
apahabar.com

Internasional

Usai Diberi Oksigen Tambahan, Tim Medis Pantau Paru-paru Trump
apahabar.com

Internasional

Gempa Magnitude 7,1 di Turki Sebabkan Tsunami, Berdampak ke Indonesia?
apahabar.com

Internasional

Jepang Longgarkan Pembatasan Perjalanan untuk Sejumlah Negara
WHO

Internasional

WHO: Vaksin Dapat Kendalikan Covid-19 pada 2021
apahabar.com

Internasional

Pria Tertua Dunia Meninggal di Usia 113 Tahun
apahabar.com

Gaya

Blokir TikTok, AS Berani Ikuti India?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com