Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Sekutu Terbesar AS Akui Kemenangan Joe Biden

- Apahabar.com     Minggu, 8 November 2020 - 17:36 WITA

Sekutu Terbesar AS Akui Kemenangan Joe Biden

Joe Biden merayakan kemenangannya dalam Pilpres AS di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7/11/2020). Foto-Reuters/Jim Bourg via Antara

apahabar.com, LONDON – Sejumlah sekutu terbesar dan terdekat Amerika Serikat (AS) langsung mengucapkan selamat kepada Joe Biden pada Sabtu (7/11).

Mereka mengakui kemenangan kandidat dari Partai Demokrat itu dalam pemilihan presiden, meski petahana Donald Trump belum menyatakan menyerah.

Dilansir Antara, Jerman, Kanada, dan Prancis, yang memiliki hubungan renggang dengan pemerintahan Trump meski merupakan mitra G7 dan NATO.

Ketiga negara yang merupakan di antara negara-negara pertama yang mengakui kemenangan Biden, tak lama setelah jaringan televisi AS mengumumkan kabar tersebut.

“Saya menantikan kerja sama ke depannya dengan Presiden Biden,” tulis Kanselir Jerman Angela Merkel di Twitter. “Persahabatan trans-Atlantik kita tak tergantikan jika kita ingin menguasai tantangan yang luar biasa di zaman kita.”

Lebih lanjut, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz, mengisyaratkan bahwa pemerintahan Biden akan menandai kembali hubungan trans-Atlantik. “Kini ada peluang untuk babak baru dan yang menarik dalam hubungan trans-Atlantik,” cuitnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dirinya berharap dapat mengatasi “tantangan terbesar dunia” dengan pemerintahan baru, termasuk perubahan iklim, sebuah isu yang di dalamnya banyak negara berselisih pendapat dengan Trump.

Kemudian, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang menjalin hubungan jauh lebih mulus dengan Trump, juga menyinggung tema perubahan iklim ketika mengucapkan selamat kepada Biden.

“AS merupakan sekutu terpenting bagi kami dan saya menantikan kerja sama yang erat mengenai prioritas kita, mulai dari isu perubahan iklim sampai isu perdagangan dan keamanan.”

Washington pada Rabu (4/11) resmi keluar dari perjanjian Paris tentang pembatasan emisi gas rumah kaca, memenuhi janji Trump untuk menarik negaranya yang penghasil emisi terbesar kedua dunia itu dari pakta tersebut.

Namun, Biden telah berjanji akan membawa AS bergabung kembali dengan pakta tersebut jika ia terpilih menjadi presiden.

“Trump dipastikan kalah dalam pemilu. Ini berita baik untuk planet ini, karena sayap kanan global kehilangan aset politik terkuatnya,” cuit Wakil Perdana Menteri Spanyol Pablo Iglesias, yang beraliran ekstrem kiri.

Irlandia, yang konon merupakan negara asal moyang Biden, menyebut Biden sebagai Presiden ke-46 AS, meski Trump menuding Biden “bergegas untuk berpura-pura sebagai pemenang.” Trump, tanpa bukti, menuduh ada kecurangan dalam pemilihan.

“Irlandia bangga dengan terpilihnya Joe Biden dalam pemilhan, seperti halnya kami bangga pada seluruh generasi perempuan dan pria Irlandia serta leluhur mereka, yang dengan kerja keras dan kecerdasan mereka telah memperkaya keragaman yang memperkuat Amerika,” kata Perdana Menteri Micheal Martin melalui pernyataan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Rusia-Saudi Belum Sepakati Durasi Pengurangan Produksi Minyak

Internasional

Erdogan Tarik Turki dari Perjanjian Internasional
CCTV Israel

Internasional

Dukung Palestina, Ribuan CCTV Israel Diretas Kelompok Hacker Malaysia
apahabar.com

Internasional

Perdana di Dunia, Inggris Mulai Suntik Vaksin Covid-19 Pekan Depan
apahabar.com

Internasional

Stram Kurs Kembali Bakar Al-Qur’an, Ada Apa?
Pangeran Philip Meninggal Dunia

Internasional

Pembatasan Pandemi Covid-19, Pemakaman Pangeran Philip Tak Ada Upacara Kenegaraan
apahabar.com

Internasional

Selamat dari Penularan Virus Corona, Donald Trump Tak Takut Covid-19
Investigasi

Internasional

Hasil Investigasi Malaysia, Penghina Lagu Indonesia Raya Merupakan WNI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com