Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Selalu Kenakan Laung, BirinMu Ingin Lestarikan Tradisi Urang Banua

- Apahabar.com Selasa, 24 November 2020 - 15:33 WIB

Selalu Kenakan Laung, BirinMu Ingin Lestarikan Tradisi Urang Banua

Pasangan Paman Birin - Muhidin mengenakan laung dan baju adat Banjar. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Laung atau ikat kepala khas Urang Banua menjadi ciri khas pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor – H Muhidin (BirinMu) dalam kontestasi Pilkada 2020.

Laung dalam tradisi asli Urang Banua adalah ciri khas dan jati diri yang menunjukkan identitas. Ada dua jenis yang biasa dipakai. Laung Tukup dan Laung Tinggi.

Ciri laung tukup menutup seluruh permukaan kepala. Agak mirip dengan blangkon Jawa, tapi tak punya bonggol di bagian belakang. Sedangkan laung tinggi, hanya ikat kepala tanpa menutup bagian atas. Dari depan berbentuk segi tiga. Inilah yang dikenakan pasangan no 1.

Tradisi itu kini digunakan BirinMu untuk menunjukkan identitas mereka di pentas Pilkada. Ciri ini akan membedakan dengan kontestan lain, sehingga mudah dikenal dan lebih akrab dalam tradisi kedaerahan.

“Karena slogan kita Banua Maju, Kalsel Maju, maka kita menyelaraskannya dengan busana khas Urang Banua. Tak ketinggalan laungnya,” kata Paman Birin menjelaskan foto resmi mereka di surat suara Pilkada 2020, di baliho-baliho, juga spanduk.

Gaya berbusana itu, lanjut dia, bukan kali ini saja digunakan. Pada Pilkada 2015, saat berpasangan dengan Rudy Resnawan, sekarang Pjs Gubernur Kalsel, juga menjadi ciri khas. Bedanya, jika sebelumnya berwarna hijau, sekarang kuning.

“Selain memang sudah familiar dengan warga, ciri itu penting untuk menunjukkan jati diri dan identitas. Agar mudah dikenal. Melihat laung, pasti ingat Paman Birin – H Muhidin. Paham ja kalo (mengerti kan.Red),” ucapnya.

Busana tradisional itu dipakai BirinMU, juga untuk menghormati adat istiadat dan memuliakan hajatan besar di Banua. Biasanya, busana tersebut dipakai oleh pasangan pengantin dalam resepsi perkawinan. Di masa lalu, pakaian tradisional dikenakan para sultan dan pejabat istana dalam acara-acara formal.

“Pilkada adalah pesta demokrasi. Hajatan besar lima tahunan. Untuk menghormati dan memuliakannya, kami sepakat berbusana Urang Banua,” tuturnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Begini Alasan Warga Sungai Jingah Dukung Ibnu Sina
apahabar.com

Politik

Habib Banua Gandeng Hj Ananda di Pilwali 2020?
apahabar.com

Politik

Dikabarkan Maju di Pilkada Tanbu, Bagaimana Peluang Sudian Noor?

Politik

Petugas Pelipatan Surat Suara Bekerja hingga Malam, GTPP Covid-19 Angkat Bicara
apahabar.com

Politik

Debat Terakhir Pilgub Kalsel Tadi Malam, BirinMu Wacanakan Listrik Gratis Lewat PLTS
apahabar.com

Politik

Tak Bisa Jawab Kuis Berhadiah, Marlina Ngeblank Lihat Kegantengan Mardani H Maming
apahabar.com

Politik

Jika Terpilih, Cuncung-Alpiya Gratiskan Biaya Kesehatan, Termasuk Operasi Cesar dan Khitan
apahabar.com

Politik

Teka-Teki Bacalon yang Bakal Diusung Gerindra di Pilwali Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com