Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka

Seleksi PPPK Guru 2021, Kesempatan Emas bagi Honorer K2

- Apahabar.com Kamis, 19 November 2020 - 22:42 WIB

Seleksi PPPK Guru 2021, Kesempatan Emas bagi Honorer K2

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo (kanan) bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana (tengah) mengikuti rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/11/2020). Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kesempatan tenaga honorer kategori dua (honorer K2) mengikuti seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) khusus Guru tahun 2021 terbuka lebar.

“Tenaga PPPK ini dibuka kesempatan untuk tenaga honorer K2 ataupun non-honorer K2. Dipersilakan mereka untuk mengikuti seleksi berkaitan dengan ini, khusus untuk Guru,” kata Pelaksana tugas Deputi bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Teguh Widjinarko, dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (19/11), dilansir Antara.

Kesempatan juga terbuka bagi tenaga honorer K2 ataupun non-honorer K2 di bidang administrasi.

Kesempatan itu dibuka bila tenaga administrasi tersebut mau menambah kapasitasnya, yang akan difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga memiliki kualifikasi untuk mengikuti seleksi PPPK Guru di tahun 2021 tersebut.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan fasilitas untuk kemampuan pada calon-calon PPPK itu, tenaga honorer K2 maupun non-honorer K2, untuk ikut meningkatkan kapasitasnya agar mereka bisa lulus,” kata Teguh.

Pembukaan peluang seleksi penerimaan PPPK tersebut adalah upaya pemerintah untuk mengakomodir kebutuhan tenaga Guru di daerah.

Namun ada peraturan yang harus dipenuhi para pendaftar. Yakni tak boleh meminta pindah selama 10 tahun apabila sudah dinyatakan lulus seleksi.

“Ketika mereka sudah diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, itu tidak boleh dipindahkan selama 10 tahun. Itu peraturannya. Jadi tidak boleh nanti ketika mereka jadi Guru, setahun kemudian dipindah jadi tenaga administrasi di Dinas. Tidak boleh itu, aturannya sudah ada,” kata Teguh.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

TNI Butuh Rp118 Triliun dalam Pemindahan Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

KSP Bubar, Moeldoko Pamit ke Kampung Halaman
apahabar.com

Nasional

Negatif Covid-19, 4 Pasien PDP RSUD Ulin Akan Dipulangkan
apahabar.com

Nasional

Angkat Pamor Ikan Hias di Indonesia, Himakua Gelar Aquafest 2020
apahabar.com

Nasional

Cek Proyek, Rombongan PUPR Diserang Panah di Yahukimo Papua
apahabar.com

Nasional

Ani Yudhoyono Tutup Usia
apahabar.com

Nasional

Ketum PBNU Tegaskan Perbedaan Kafir dan Nonmuslim
apahabar.com

Nasional

Mappilu PWI Desak Aparat Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada Serentak 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com