3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Sepekan Terakhir, Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di 4 Provinsi

- Apahabar.com Senin, 9 November 2020 - 20:39 WIB

Sepekan Terakhir, Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di 4 Provinsi

Personel Brimob Polri melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi persembunyian terduga teroris di kawasan perbukitan di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Minggu (8/11/2020). Foto-Antara/Mohamad Hamzah/aww

apahabar.com, JAKARTA – Kabiro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 7 terduga teroris di 4 provinsi dalam sepekan terakhir.

Penangkapan dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya aksi teror di Indonesia.

“Pada tanggal 6, 7 dan 8 November 2020 Densus 88 Antiteror Polri telah melaksanakan preventive strike di empat wilayah sebagai bentuk atau upaya pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme,” kata Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta dilansir Antara, Senin (9/11).

Keempat wilayah tersebut yakni Lampung, Sumatera Barat, Batam (Kepulauan Riau) dan Banten.

Empat terduga teroris yang ditangkap di Lampung yaitu SA (36), S (45), I (44) dan RK (34) diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Islamiah (JI).

Keempatnya diamankan dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, yaitu Kota Metro, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pringsewu.

Densus juga menangkap AZ (45) yang diduga terlibat dalam jaringan JI di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“AZ sebagai Ketua JI wilayah Barat,” ungkap Awi.

Sementara Densus 88 juga menangkap 2 orang terduga teroris yaitu AD (39) dan MA (34) karena diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Keduanya ditangkap di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat dan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari pemeriksaan sementara, MA dan AD merupakan kakak beradik yang berencana untuk melakukan aksi amaliyah dengan menggunakan senjata dan bom.

“Ada komunikasi antara AD dan adiknya, Saudara MA membahas serbuk putih bahan pembuatan bom,” ujarnya.

Para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 15 Jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf c UU No. 5 Tahun 2018 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup.

Sementara MA dan AD juga dikenakan pasal tambahan yakni Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api/ amunisi dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tembus 10 Besar Nasional, Ibnu Sina Galang Dukungan untuk Gapura Warga Kenanga
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Pasien Sembuh 3.287, Positif 15.438
apahabar.com

Nasional

Nadiem Resmi Terbitkan Kurikulum Darurat Pandemi Covid-19, Simak Isi Kepmennya
apahabar.com

Nasional

Copoti Baliho Habib Rizieq Shihab, Aparat TNI Bersitegang dengan Massa FPI
apahabar.com

Nasional

Benarkah Gelombang Kedua Covid-19 Bisa Lebih Parah? Simak Penjelasan WHO
apahabar.com

Nasional

Ke Palangkaraya, Jokowi Tindaklanjuti Pemindahan Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Sultan Hamengku Buwono X: Harus Ikhlas Terima Hasil Pemilu, Tak Perlu People Power
apahabar.com

Nasional

Semua Pasien Positif Corona di Magetan Sembuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com