Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Sepekan Terakhir, Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di 4 Provinsi

- Apahabar.com     Senin, 9 November 2020 - 20:39 WITA

Sepekan Terakhir, Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di 4 Provinsi

Personel Brimob Polri melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi persembunyian terduga teroris di kawasan perbukitan di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Minggu (8/11/2020). Foto-Antara/Mohamad Hamzah/aww

apahabar.com, JAKARTA – Kabiro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 7 terduga teroris di 4 provinsi dalam sepekan terakhir.

Penangkapan dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya aksi teror di Indonesia.

“Pada tanggal 6, 7 dan 8 November 2020 Densus 88 Antiteror Polri telah melaksanakan preventive strike di empat wilayah sebagai bentuk atau upaya pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme,” kata Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta dilansir Antara, Senin (9/11).

Keempat wilayah tersebut yakni Lampung, Sumatera Barat, Batam (Kepulauan Riau) dan Banten.

Empat terduga teroris yang ditangkap di Lampung yaitu SA (36), S (45), I (44) dan RK (34) diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Islamiah (JI).

Keempatnya diamankan dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, yaitu Kota Metro, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pringsewu.

Densus juga menangkap AZ (45) yang diduga terlibat dalam jaringan JI di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“AZ sebagai Ketua JI wilayah Barat,” ungkap Awi.

Sementara Densus 88 juga menangkap 2 orang terduga teroris yaitu AD (39) dan MA (34) karena diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Keduanya ditangkap di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat dan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari pemeriksaan sementara, MA dan AD merupakan kakak beradik yang berencana untuk melakukan aksi amaliyah dengan menggunakan senjata dan bom.

“Ada komunikasi antara AD dan adiknya, Saudara MA membahas serbuk putih bahan pembuatan bom,” ujarnya.

Para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 15 Jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf c UU No. 5 Tahun 2018 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup.

Sementara MA dan AD juga dikenakan pasal tambahan yakni Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api/ amunisi dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ilham Bintang Kecurian, Nomor Ponsel dan Uang Ratusan Juta
Anggota Wanadri

Nasional

Walhi Soal Anggota Wanadri Meninggal di Meratus: Lanjutan Perjuangan Beliau!
Vaksinasi

Nasional

11.126.757 Orang di Indonesia Sudah Terima Dosis Penuh Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Liput Aksi Unjuk Rasa UU Cipta Kerja, Kapolda Metro Jaya Berikan Rompi Khusus Jurnalis
Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Siang Ini

Nasional

Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Siang Ini

Nasional

Kemenkes Imbau Masyarakat Tidak Tebang Pilih Vaksin Covid-19, Simak Alasannya
Gisel

Nasional

Video Syur Gisel Ternyata Dibuat Pertengahan 2017 di Medan
apahabar.com

Nasional

Mbah Moen Wafat, Jokowi: Beliau Gigih Soal NKRI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com