Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Sikapi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinas PPPA Akui Minim Laporan

- Apahabar.com Kamis, 26 November 2020 - 19:51 WIB

Sikapi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinas PPPA Akui Minim Laporan

Ilustrasi. Foto-CNN

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinas Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kalimantan Selatan menyesalkan kasus hukum yang melibatkan anak sebagai korban.

Selama pandemi virus Covid-19 berlangsung, angka kekerasan tidak mengalami peningkatan.

“Kalau dibandingkan 2018-2019, tahun ini masih belum banyak. Mungkin karena mereka tidak melapor atau tidak terangkat ke permukaan saja,” kata Kepala Dinas PPPA Kalsel, Husnul Hatimah ditemui di Hotel Roditha Banjarmasin, Kamis (26/11).

Namun nyatanya, kurang dari sepekan tercatat sedikitnya ada dua kasus hukum yaitu pembunuhan dua bocah di Batu Benawa HST dan tindakan asusila oknum guru olahraga di Banjarbaru kepada muridnya.

Menyikapi kasus tersebut, Husnul mengatakan perlu adanya keterlibatan dari semua pihak dalam hal memberikan pengawasan.

“Kalau mengetahui adanya kekurangan dari orang tua tersebut, harusnya segera diantisipasi. Misalnya membawa orang tua yang stress atau depresi tadi untuk konseling atau rehabilitasi,” katanya.

Sikap ketidakpedulian akan membawa dampak bagi lingkungan sekitar, masyarakat diminta untuk saling mengawasi apabila menemui kejanggalan dalam suatu keluarga.

“Ini berbahaya bagi perempuan yang mengasuh, juga berdampak pada anak-anaknya,” lanjutnya.

Sejauh ini, Dinas PPPA telah berupaya untuk memberikan pelayanan konsultasi melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Selain itu, dia juga mengimbau untuk melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemui tindak kekerasan.

“Perlu adanya pengawasan dari tingkat RT seperti program Seksi Perlindungan Anak Tingkat Rukun Tetangga (Sparta),” sebut dia.

Dalam peringatan hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang jatuh pada 25 November, Dinas PPPA juga akan menggelar kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hal ini.

“Kami juga akan libatkan perangkat daerah dan instansi terkait, termasuk organisasi masyarakat. Di tempat-tempat yang terjangkau seperti car free day atau pasar-pasar tradisional,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemprov Kalsel

Paman Birin Minta Warga Banua Tetap Semangat dan Saling Tolong Menolong
apahabar.com

Pemprov Kalsel

24 Ribu Siswa SMA/SMK di Kalsel Akan Dapat Bantuan Paket Internet Gratis
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Pilkada di Tengah Pandemi, Paman Birin: Protokol Kesehatan Harus Diperketat!
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Pagi-Pagi Kalsel Pulangkan Puluhan Nakes Sembuh, Paman Birin: Kabar Istimewa
apahabar.com

Pemprov Kalsel

51.455 Keluarga di Kalsel Bakal Kecipratan Bantuan Pangan Kemensos
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Banyak Jabatan Kosong, Pemprov Kalsel Tunggu Persetujuan Kemendagri
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Siap Ekspor, Pemprov Kalsel Bangun Nursery Kopi Semi-Modern
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Blusukan ke Tanah Bumbu, Bunda Nunung Dukung Penuh Perkembangan Literasi Daerah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com