Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob

Sri Mulyani Optimis Indonesia Bisa Bangkit dari Krisis Gegara Covid-19

- Apahabar.com     Minggu, 1 November 2020 - 10:34 WITA

Sri Mulyani Optimis Indonesia Bisa Bangkit dari Krisis Gegara Covid-19

Ilustrasi krisis ekonomi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Sejak pandemi Covid-19 melanda, ekonomi nasional terdampak parah. Bahkan ekonomi Indonesia dipastikan masuk jurang resesi pada kuartal III-2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimis Indonesia bisa bangkit dari krisis.

Sekadar diketahui, pada kuartal III-2020, berbagai lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap minus. Hal itu juga diikuti dengan angka proyeksi dari Kementerian Keuangan yang di kisaran minus 2,9% sampai minus 1%.

Bahkan, sepanjang tahun 2020 ekonomi nasional diperkirakan Kementerian Keuangan berada di kisaran minus 1,7% sampai minus 0,6%. Dengan begitu, Indonesia sudah resesi. Sebab, pertumbuhan ekonominya negatif selama dua kuartal berturut-turut atau lebih.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut Indonesia harus bisa keluar dari krisis kesehatan akibat pandemi Corona. Indonesia memiliki pengalaman keluar dari krisis yaitu pada tahun 1998 dan 2008.

Sri Mulyani menceritakan ekonomi nasional memiliki pengalaman yang cukup hebat, di antaranya adalah mengalami hiperinflasi hingga perekonomian yang hancur akibat peran dan warisan dari penjajahan.

“Setiap krisis bangsa Indonesia selalu mampu keluar dari krisis dan menjadi lebih baik, kita juga akan berjuang dalam menghadapi situasi ini dengan semangat yang sama,” kata Sri Mulyani kutip dari Detikcom.

Dia bercerita lebih lanjut mengenai sejarah perbaikan ekonomi nasional dari era kolonial. Perbaikan dimulai pada saat pemerintah menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946. Menurut dia, era kedaulatan pun dimulai.

Penerbitan ORI juga menjadikan Kementerian Keuangan sebagai institusi negara yang mengelola keuangan dan kekayaan negara. Selanjutnya, pemerintah juga banyak melakukan reformasi demi mengamankan pendapatan dan belanja negara.

Pada krisis ekonomi yang diakibatkan oleh sektor kesehatan ini, Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah memutuskan untuk mereformasi perekonomian nasional ke arah yang lebih digital.

“Tidak hanya mengatasi krisis namun sambil terus membangun fondasi negara menjadi lebih kuat. Saat ini Indonesia diuji dengan situasi yang sama dan kita harus yakin bahwa kita terus memfokuskan tenaga dan pikiran kita tidak hanya mengatasi krisis Covid-19 tapi terus membangun pondasi Indonesia ke depan,” katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan Indonesia tidak sendiri berjuang keluar dari Covid-19. Setidaknya ada sekitar 200 negara yang saat ini sedang berjuang keluar dari pandemi Covid-19.

“Dari sisi ekonomi kita terus berjuang agar pemulihan terus berjalan, terutama pada kuartal III ini dan bisa kita jaga seterusnya, setelah kita menghadapi kondisi yang tidak mudah pada kuartal II dengan kontraksi mencapai 5,3%. Dalam situasi ini kita terus memfokuskan bagaimana melindungi mereka yang sangat terdampak dan bagaimana menguatkan mereka yang terus berjuang dan bagaimana memulihkan seluruh dunia usaha,” ungkapnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: 7 Provinsi Tak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19

Nasional

Sah, ‘Urang’ Banua Ditunjuk Jadi Jubir Presiden Jokowi
Buruh

Nasional

Pekan Depan! Buruh Bakal Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja, Termasuk Kalsel
apahabar.com

Nasional

Bahaya Konsumsi Obat Nyeri Tiap Kali Haid

Nasional

Nadiem: 173 Ribu Guru Honorer Lolos Seleksi PPPK

Nasional

Gempa Bumi Guncang Malang, Warga Panik Berhamburan ke Luar
Vaksinasi

Nasional

Kapan Vaksinasi Covid-19 Dimulai, Ini Kata Menko Airlangga
Abu Bakar Baasyir

Nasional

Bebas 8 Januari, Abu Bakar Baasyir Tetap Dikawal Densus 88 Polri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com