Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas Hilang Beberapa Hari, Warga Gang Jemaah Banjarmasin Ditemukan Sudah Jadi Mayat Asyik! PNS Banjarmasin Pulang Lebih Cepat Saat Ramadan Balap Liar Tabalong, Belasan Remaja Diamankan hingga Disanksi Jutaan Rupiah 5 RS di Banjarmasin Ngutang Darah Miliaran Rupiah ke PMI, Salah Satunya Milik Pemda

Sudah Lama Alami Gangguan, Ternyata Pemanjat Sutet Mataraman Pernah Loncat ke Laut Berjam-jam

- Apahabar.com Kamis, 12 November 2020 - 14:45 WIB

Sudah Lama Alami Gangguan, Ternyata Pemanjat Sutet Mataraman Pernah Loncat ke Laut Berjam-jam

M Suriadi setelah berhasil dibujuk pihak kepolisian turun dari tower sutet di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kamis (11/11). Foto- Mada

apahabar.com, MARTAPURA – Ternyata bukan kali pertama M Suriadi (23), warga Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) menghebohkan warga.

Sebelum memanjat tower sutet di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) selama 18 jam, ternyata di desa tempat tinggalnya, pernah berulah.

Pada saat itu, Suriadi pernah nyemplung ke laut hingga berjam-jam. Mahfum, kawasan Bahaur, lokasinya berada di muara laut Jawa.

Menurut pengakuan, Amang Agau (53), Suriadi pernah melompat ke laut tanpa alasan yang pasti.

“Untungnya waktu dia loncat di area itu tidak ada kayu atau apa, kalau tidak, bisa terjadi kemungkinan yang buruk, seperti tertusuk dan lainnya,” kata Amang Agau, tetangga Suriadi kepada apahabar.com, Kamis (12/11).

Belakangan, Amang Agau baru tahu, bahwa Suriadi nekat melompat ke laut karena hendak diobati oleh keluarganya dengan mendatangkan orang pintar.

“Mungkin dia tahu, setelah beberapa menit orang pintar itu pulang, Isur (Suriadi) berhasil kita bujuk naik ke tepian,” tuturnya.

Ditambahkan Amang Agau, anaknya yang jadi teman sepermainan di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Banjar juga pernah bercerita, Isur sering melamun. Disamping itu juga sulit diajak berkomunikasi dan kadang tidak nyambung.

“Anak saya menyampaikan cerita ini sekitar bulan September, saat dia pulang ke Desa dari Pondok Pesantren,” ungkap Amang Agau.

Suriadi merupakan 13 besaudara buah pasangan Marni dan Baya. Menurut keterangan kakak ipar Suriadi, Udin, pihak keluarga sudah membawanya berobat kemana-mana. Namun kata Udin, tidak kunjung sembuh.

Tapi kata Udin lagi, belakangan Isur membaik dengan sendirinya. Makanya Isur menjenguk ponakannya di Kelurahan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar yang sedang sekolah di pondok.

“Karena sudah baik, kita percaya saja dia mau menjenguk ponakannya, namun ternyata tanpa kita ketahui kambuh lagi,” ungkapnya.

Ya, Isur kembali berulah dengan menaiki tower sutet di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar. Selama 18 jam di atas tower sutet itu, Isur baru mau turun lantaran ditawari es nyiur.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pakai Helm Full Face, Warga Tamban Adu Argumen dengan Tim Gabungan Prokes Covid-19 Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Ingin Makin Mandiri, Intip Langkah RSJ Sambang Lihum
apahabar.com

Kalsel

Jelang PSBB; Kabupaten Banjar Bertambah 6 Kasus, 5 di Antaranya Transmisi Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa Kompak Awasi Pendistribusian BST di Alabio
apahabar.com

Kalsel

Tak Kunjung Sepakat, Warga Kelayan Ngotot Tolak TPS di Depan Mushalla
apahabar.com

Kalsel

DAK Kementerian PUPR Dinilai Seret, Pembangunan Jembatan di Banjarmasin Tak Penuhi Target?

Kalsel

Sejumlah Masjid di Tapin Belum Siap Laksanakan Salat Jumat Hari ini
apahabar.com

Kalsel

Amankan Natal dan Tahun Baru 2019, Polda Kalsel Terjunkan 1.654 Personil Gabungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com