Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Sudah Lama Alami Gangguan, Ternyata Pemanjat Sutet Mataraman Pernah Loncat ke Laut Berjam-jam

- Apahabar.com Kamis, 12 November 2020 - 14:45 WIB

Sudah Lama Alami Gangguan, Ternyata Pemanjat Sutet Mataraman Pernah Loncat ke Laut Berjam-jam

M Suriadi setelah berhasil dibujuk pihak kepolisian turun dari tower sutet di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kamis (11/11). Foto- Mada

apahabar.com, MARTAPURA – Ternyata bukan kali pertama M Suriadi (23), warga Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) menghebohkan warga.

Sebelum memanjat tower sutet di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) selama 18 jam, ternyata di desa tempat tinggalnya, pernah berulah.

Pada saat itu, Suriadi pernah nyemplung ke laut hingga berjam-jam. Mahfum, kawasan Bahaur, lokasinya berada di muara laut Jawa.

Menurut pengakuan, Amang Agau (53), Suriadi pernah melompat ke laut tanpa alasan yang pasti.

“Untungnya waktu dia loncat di area itu tidak ada kayu atau apa, kalau tidak, bisa terjadi kemungkinan yang buruk, seperti tertusuk dan lainnya,” kata Amang Agau, tetangga Suriadi kepada apahabar.com, Kamis (12/11).

Belakangan, Amang Agau baru tahu, bahwa Suriadi nekat melompat ke laut karena hendak diobati oleh keluarganya dengan mendatangkan orang pintar.

“Mungkin dia tahu, setelah beberapa menit orang pintar itu pulang, Isur (Suriadi) berhasil kita bujuk naik ke tepian,” tuturnya.

Ditambahkan Amang Agau, anaknya yang jadi teman sepermainan di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Banjar juga pernah bercerita, Isur sering melamun. Disamping itu juga sulit diajak berkomunikasi dan kadang tidak nyambung.

“Anak saya menyampaikan cerita ini sekitar bulan September, saat dia pulang ke Desa dari Pondok Pesantren,” ungkap Amang Agau.

Suriadi merupakan 13 besaudara buah pasangan Marni dan Baya. Menurut keterangan kakak ipar Suriadi, Udin, pihak keluarga sudah membawanya berobat kemana-mana. Namun kata Udin, tidak kunjung sembuh.

Tapi kata Udin lagi, belakangan Isur membaik dengan sendirinya. Makanya Isur menjenguk ponakannya di Kelurahan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar yang sedang sekolah di pondok.

“Karena sudah baik, kita percaya saja dia mau menjenguk ponakannya, namun ternyata tanpa kita ketahui kambuh lagi,” ungkapnya.

Ya, Isur kembali berulah dengan menaiki tower sutet di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar. Selama 18 jam di atas tower sutet itu, Isur baru mau turun lantaran ditawari es nyiur.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemprov Turun Tangan Dampingi Para Korban Pencabulan di Ponpes Limpasu
apahabar.com

Kalsel

Ungkap Kasus Sabu 65,2 Gram, Barbuk Langsung Dimusnahkan
apahabar.com

Kalsel

TNI-Polri Bersih-bersih di Kelayan A
apahabar.com

Kalsel

Bandel Tanpa Masker, Pengunjung Taman Saijaan Kotabaru Berlarian Lihat Petugas
apahabar.com

Kalsel

Waspada Covid-19, Pengendara dari Banjarmasin ke Tanbu Diperiksa
apahabar.com

Kalsel

CPNS Banjarmasin Resmi Ditutup, Satu Formasi Tanpa Pelamar
apahabar.com

Kalsel

Seleksi Calon Anggota KPU Tabalong, Abdi dan Sandy Kecewa, Agus “No Comment”
apahabar.com

Kalsel

BPJS Cover Pasien Covid-19 di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com