OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Suku Bunga Acuan BI Turun, Rupiah Ditutup Melemah

- Apahabar.com     Kamis, 19 November 2020 - 19:02 WITA

Suku Bunga Acuan BI Turun, Rupiah Ditutup Melemah

Petugas kasir menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing. Foto-Antara/Indrianto Eko Suwarso/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (19/11) sore ditutup melemah.

Pelemahan rupiah dipicu turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Rupiah ditutup melemah 85 poin atau 0,6 persen ke posisi Rp 14.155 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp 14.070 per dolar AS.

“Dari eksternal, pelemahan rupiah dipicu pandemi Covid-19 yang memburuk dengan cepat, terutama di wilayah kekuatan ekonomi AS dan Eropa,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, dilansir Antara, Kamis.

Kasus Covid-19 secara global sekarang telah mencapai lebih dari 56 juta kasus, dengan AS menyumbang sekitar seperlimanya menurut data Universitas Johns Hopkins.

Eropa juga mengalami peningkatan kasus yang tidak terlihat sejak gelombang pertama, yang menyebabkan penguncian skala besar pada aktivitas publik sehingga aktivitas ekonomi sangat melemah.

Selain itu, Australia Selatan memberlakukan lockdown untuk mengekang wabah Covid-19 baru di negara bagian itu, yang membayangi data tenaga kerja positif yang dirilis pada hari sebelumnya.

Sementara itu, Inggris. dan Uni Eropa kehabisan waktu dengan cepat untuk mencapai kesepakatan perdagangan sebelum masa transisi untuk Inggris Raya meninggalkan blok ekonomi yanf akan berakhir pada 1 Januari 2021. Pembicaraan tampaknya masih menemui jalan buntu terkait berbagai masalah.

Investor juga akan melihat data klaim pengangguran AS yang akan dirilis hari ini, yang diharapkan akan menentukan langkah selanjutnya dari bank sentral AS The Federal Reserve.

Di seberang Atlantik, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde akan menghadiri sidang Komite Parlemen Eropa di Frankfurt hari ini.

“Dari internal, di luar dugaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin dari 4 persen menjadi 3,75 persen pada November 2020,” ujar Ibrahim.

BI juga menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 3 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen.

Keputusan tersebut mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Bank Indonesia juga tetap berkomitmen untuk mendukung penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN Tahun 2020

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah posisi Rp14.080 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.080 per dolar AS hingga Rp14.181 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.167 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp 14.118 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tesla

Ekbis

Jokowi Ajak CEO Tesla Berinvestasi, Ingin RI Jadi Landasan Roket Space X
apahabar.com

Ekbis

2 Tambang Batu Bara RI Masuk 10 Besar Dunia, Salah Satunya di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

2020, Mendag Bertekad Hilangkan Minyak Goreng Curah
apahabar.com

Ekbis

Cukai Rokok Tahun Depan Kemungkinan Naik 17%!
Wakil DPRD Kalsel

Ekbis

Wakil DPRD Kalsel-HIPMI Tanbu Dorong Peran Pelaku Usaha Lokal
apahabar.com

Ekbis

Pagi Ini, Harga Emas Melambung Lagi
apahabar.com

Ekbis

YLK Kalsel: Jangan Angsul Konsumen dengan Permen!
apahabar.com

Ekbis

Hipmi Usul Pemerintah Kembali Buka Ekspor Nikel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com