Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Survei CPCS: Partai Baru Bermunculan, Elektabilitas PDIP-PSI Naik

- Apahabar.com Kamis, 26 November 2020 - 00:04 WIB

Survei CPCS: Partai Baru Bermunculan, Elektabilitas PDIP-PSI Naik

Hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS) terkait elektabilitas partai politik. Foto-Survei CPCS via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Survei yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) naik di tengah munculnya partai-partai baru.

“Di tengah kemunculan partai-partai politik (parpol) baru dan turunnya elektabilitas parpol-parpol lama, dua parpol mengalami kenaikan elektabilitas dalam empat bulan terakhir, yaitu PDIP dan PSI,” kata Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta SK dalam siaran persnya, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (25/11).

Menurut dia, gelaran Pemilu 2024 masih tiga setengah tahun, tetapi geliat parpol-parpol baru mulai tampak. Setelah Partai Gelora, disusul Partai Ummat yang didirikan Amien Rais, dan sejumlah tokoh Islam berniat menghidupkan kembali Partai Masyumi.

Elektabilitas PDIP bergerak naik setelah sempat turun dari bulan Maret (31,7 persen) ke bulan Juli (29,2 persen), kini menjadi 30,4 persen.

Sementara itu PSI terus mengalami kenaikan dari Maret (2,8 persen) ke Juli (4,1 persen), kini 4,3 persen.

PDIP masih berada pada urutan pertama, disusul Gerindra dan Golkar.

Namun, kata Okta, elektabilitas Gerindra terus mengalami penurunan sejak Maret (14,5 persen/13,7 persen/13,2 persen). Demikian pula dengan Golkar (8,9 persen/8,3 persen/8,1 persen).

Pada papan tengah, parpol lainnya adalah PKB (5,9 persen/5,8 persen/5,6 persen), PKS (6,7 persen/5,7 persen/5,5 persen), Nasdem (2,9 persen/3,9 persen/3,7 persen), Demokrat (4,6 persen/3,8 persen/3,5 persen), PPP (3,1 persen/2,8 persen/2,6 persen), dan PAN (1,6 persen/1,4 persen/1,2 persen).

Selanjutnya parpol-parpol bawah, yaitu Hanura (0,9 persen/0,8 persen/0,7 persen), Perindo (0,7 persen/0,6 persen/0,5 persen), Berkarya (0,6 persen/0,5 persen/0,4 persen), dan PBB (0,3 persen/0,3 persen/0,1 persen).

“Parpol-parpol baru mulai mendapat dukungan, yaitu Gelora (0,2 persen) dan Ummat (0,1 persen),” kata Okta.

Sementara itu, PKPI, Garuda, dan parpol baru Masyumi tidak mendapatkan dukungan atau 0 persen. Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 19,9 persen.

“Baik parpol lama maupun baru masih berpeluang meningkatkan elektabilitas, menjadi insentif bagi siapapun untuk mendirikan parpol di Indonesia,” tutur Okta.

Survei CPCS dilakukan pada 11-20 November 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019.

Margin of error survei sebesar ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Kongres PAN Memanas, Tim Pendukung Mulfachri dan Zulhas Nyaris Adu Pukul
apahabar.com

Politik

Intip Solusi Mencegah Politik Uang
apahabar.com

Politik

Diusung Koalisi Gerindra-Demokrat di Pilgub Kalsel, Ini Janji Denny Indrayana
apahabar.com

Politik

Hasil Verfak KPU Banjar, Semua Calon Belum Langsung Lulus
Petahana

Politik

UPDATE Pilkada Serentak Kalsel 2020, Sejumlah Paslon Petahana Nyaris ‘Rontok’!
apahabar.com

Politik

Sudian Noor Diduga Tak Netral di Pilkada, Bawaslu Langsung Kaji Laporan
apahabar.com

Politik

Antisipasi Gesekan, Penyelenggara Pilkada di Banjarmasin Diminta Pahami Tugas Pokok
apahabar.com

Politik

Mantap ke KPU, Bupati Balangan H Ansharuddin Deklarasi ANIS di Pilbup Balangan 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com