Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Susun Aturan Turunan UU Cipta Kerja, Pemerintah Buka Ruang Masukan

- Apahabar.com Minggu, 8 November 2020 - 21:49 WIB

Susun Aturan Turunan UU Cipta Kerja, Pemerintah Buka Ruang Masukan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sejak resmi disahkan, 2 November lalu, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja terus mendapat penolakan.

Namun, pemerintah tetap pada keputusan, dan kini akan menyusun aturan turunan UU Cipta Kerja.

Seakan tak ingin memicu polemik lagi, pemerintah membuka ruang masukan untuk menyusun aturan turunan UU Cipta Kerja.

“Supaya dapat menampung seluruh aspirasi masyarakat dan agar sejalan dengan tujuan pembentukan UU Cipta Kerja,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Minggu (08/11).

Menurut dia, Kemenko Perekonomian menyediakan wadah melalui portal resmi UU Cipta Kerja yang dapat diakses masyarakat dalam jaringan melalui laman https://uu-ciptakerja.go.id.

Portal ini sudah dapat diakses masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang akan memberikan masukan atau usulan.

Di mana masukan itu untuk penyempurnaan draf Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Draf Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) sebagai pelaksanaan UU Cipta Kerja.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada sembulan draf RPP yang bisa diunduh secara lengkap oleh masyarakat melalui portal Resmi UU Cipta Kerja.

Ia mengharapkan dalam penyusunan RPP dan RPerpres transparan dan melibatkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat.

Selain itu, seluruh kementerian/lembaga terkait, secara terkoordinasi juga akan melakukan sosialisasi, publikasi dan konsultasi publik terhadap substansi dan materi dari draf RPP dan RPerpres.

Pemerintah tengah merampungkan seluruh rancangan peraturan pelaksanaan berupa Draf RPP dan Draf Rancangan Perpres.

Sesuai hasil inventarisasi bersama seluruh kementerian/lembaga terkait, terdapat 44 peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja yang terdiri dari 40 RPP dan empat Rancangan Perpres.

Saat ini 19 kementerian/lembaga yang menjadi penanggung jawab dari Draf RPP dan RPerpres bersama lebih dari 30 kementerian/lembaga lainnya tengah menyelesaikan penyusunan 44 peraturan pelaksanaan tersebut.

Menko Perekonomian menambahkan UU Cipta Kerja bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong peningkatan usaha dengan memberikan berbagai kemudahan, pelindungan dan pemberdayaan, serta berbagai insentif usaha, baik terhadap koperasi dan UMKM maupun korporasi dan industri nasional.

Melalui UU Cipta Kerja ini, diharapkan akan mampu mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional yang saat ini tengah dilakukan Pemerintah dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, lanjut dia, melalui UU Cipta Kerja juga ditujukan menyiapkan perekonomian Indonesia agar mampu segera bangkit dan dalam jangka menengah panjang meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

KPK Ultimatum Kakak Ipar Bupati Cianjur Menyerahkan Diri
apahabar.com

Nasional

Jokowi-Ma’ruf Kalah di Kandang Nahdatul Ulama, Pengamat: Politik Identitas Keagamaan Nihil
apahabar.com

Nasional

Warga Nduga Pingsan karena Cuma Makan Satu Kali
apahabar.com

Nasional

Omnibus Law, IJTI, AJI dan LBH Pers Nyatakan Sikap Bersama
apahabar.com

Nasional

DK PWI Kecam Pihak yang Melecehkan Kredibilitas Wartawan dan Media
apahabar.com

Nasional

Di Natal Nasional 2019, Jokowi: Jamin Kebebasan Beragama
apahabar.com

Nasional

Vaksin Covid-19 Ditargetkan Selesai Uji Klinis Januari 2021
apahabar.com

Nasional

WN China Positif COVID-19 Sempat Inap di Denpasar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com