Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas

Tak Terima Dituding Negara Sponsor Terorisme, Iran Sebut Raja Salman Pembunuh Rakyat Yaman

and - Apahabar.com Selasa, 17 November 2020 - 09:21 WIB
and - Apahabar.com Selasa, 17 November 2020 - 09:21 WIB

Tak Terima Dituding Negara Sponsor Terorisme, Iran Sebut Raja Salman Pembunuh Rakyat Yaman

Raja Salman. Foto-istimewa

apahabar.com, TEHERAN – Tak terima dituding sebagai negara sponsor terorisme, Iran membalas dengan menyebut Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud pembunuh rakyat Yaman.

Kecaman balik dari Kementerian Luar Negeri Iran muncul setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan tindakan global terhadap Teheran.

Pemerintah negara para Mullah itu balik mengecam rezim Riyadh yang membunuh rakyat Yaman dan menyebarkan Wahhabisme dan kelompok takfiri di kawasan.

Teheran menyerukan Kerajaan Arab Saudi untuk menahan diri dari membuat tuduhan tidak berdasar dan penyebaran kebencian.

BACA JUGA :Hasil Pilpres AS 2020, Donald Trump Tolak Transisi, Biden: Makin Banyak Warga Meninggal

Reaksi itu muncul sehari setelah Raja Salman mendesak dunia internasional untuk mengambil sikap tegas guna mengatasi upaya Iran untuk mengembangkan program senjata nuklir dan rudal balistiknya.

“Kerajaan ini menekankan bahaya proyek regional Iran, campur tangannya di negara lain, pengembangan terorisme, mengipasi api sektarianisme dan seruan untuk sikap tegas dari komunitas internasional terhadap Iran yang menjamin penanganan drastis dari upayanya untuk mendapatkan senjata pemusnah massal dan mengembangkan program rudal balistiknya,” kata raja tersebut dalam pidato tahunannya di hadapan badan penasihat tertinggi pemerintah Saudi, sebagaimana dilansir dari sindonews.com, Selasa (17/11/2020).

Dalam konferensi pers virtual di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh mengatakan pada hari Senin itu bukan “tidak wajar” bagi penguasa Arab Saudi untuk membuat pernyataan seperti itu.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Angka Kematian Covid-19 Brazil Salip Inggris
apahabar.com

Internasional

Korsel Sebut Indonesia Mitra Utama Penanggulangan Covid-19
apahabar.com

Internasional

Pengakuan Sang Adik, Wawancara Puteri Diana Tahun 1995 Diwarnai Tipu Daya
apahabar.com

Internasional

Presiden Kosovo Mundur dari Kursi Kepresidenan
apahabar.com

Internasional

Pelaku Penembakan Keji di Masjid Selandia Baru Terancam Hukuman Seumur Hidup
apahabar.com

Internasional

Sekjen PBB Serukan Vaksin Covid-19 Harus Jadi Milik Bersama
apahabar.com

Internasional

Hasil Sementara Pilpres Amerika Serikat 2020, Raih 117 Elektoral Vote, Joe Biden Unggul Atas Donald Trump
apahabar.com

Internasional

Terinfeksi Covid-19, Presiden AS Donald Trump Karantina Mandiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com