Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Tak Terima Dituding Negara Sponsor Terorisme, Iran Sebut Raja Salman Pembunuh Rakyat Yaman

- Apahabar.com Selasa, 17 November 2020 - 09:21 WIB

Tak Terima Dituding Negara Sponsor Terorisme, Iran Sebut Raja Salman Pembunuh Rakyat Yaman

Raja Salman. Foto-istimewa

apahabar.com, TEHERAN – Tak terima dituding sebagai negara sponsor terorisme, Iran membalas dengan menyebut Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud pembunuh rakyat Yaman.

Kecaman balik dari Kementerian Luar Negeri Iran muncul setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan tindakan global terhadap Teheran.

Pemerintah negara para Mullah itu balik mengecam rezim Riyadh yang membunuh rakyat Yaman dan menyebarkan Wahhabisme dan kelompok takfiri di kawasan.

Teheran menyerukan Kerajaan Arab Saudi untuk menahan diri dari membuat tuduhan tidak berdasar dan penyebaran kebencian.

BACA JUGA :Hasil Pilpres AS 2020, Donald Trump Tolak Transisi, Biden: Makin Banyak Warga Meninggal

Reaksi itu muncul sehari setelah Raja Salman mendesak dunia internasional untuk mengambil sikap tegas guna mengatasi upaya Iran untuk mengembangkan program senjata nuklir dan rudal balistiknya.

“Kerajaan ini menekankan bahaya proyek regional Iran, campur tangannya di negara lain, pengembangan terorisme, mengipasi api sektarianisme dan seruan untuk sikap tegas dari komunitas internasional terhadap Iran yang menjamin penanganan drastis dari upayanya untuk mendapatkan senjata pemusnah massal dan mengembangkan program rudal balistiknya,” kata raja tersebut dalam pidato tahunannya di hadapan badan penasihat tertinggi pemerintah Saudi, sebagaimana dilansir dari sindonews.com, Selasa (17/11/2020).

Dalam konferensi pers virtual di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh mengatakan pada hari Senin itu bukan “tidak wajar” bagi penguasa Arab Saudi untuk membuat pernyataan seperti itu.

Editor: elpian ahmad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Bayi Harimau Sumatra Lahir di Kebun Binatang Polandia
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Umumkan Persyaratan dan Protokol Umrah
apahabar.com

Internasional

Kim Jong Un: Tak Akan Ada lagi Perang, Senjata Nuklir Hanya untuk Bertahan
apahabar.com

Internasional

Domba Termahal di Dunia Terjual Rp7,1 Miliar
apahabar.com

Internasional

Rusia Sebut Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan Lebih dari 2 Tahun
apahabar.com

Internasional

Pesawat Tempur AS Jatuh di Inggris, Pencarian Pilot Dimulai
apahabar.com

Internasional

Hasil Pilpres AS 2020, Trump Mulai Ditinggalkan Pejabat Senior, Pendukung Biden Menari di Jalan-jalan
apahabar.com

Internasional

Sampah Luar Angkasa Bertabrakan dan Dekati Bumi Jumat, Bahaya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com