Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Tangani Dampak Ekonomi Covid-19, Diskan Tabalong Rampungkan Pelatihan Pembuatan Tempirai

- Apahabar.com Rabu, 4 November 2020 - 09:59 WIB

Tangani Dampak Ekonomi Covid-19, Diskan Tabalong Rampungkan Pelatihan Pembuatan Tempirai

Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tabalong merampungkan pelatihan pembuatan tempirai kepada 10 kelompok perikanan tangkap. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tabalong merampungkan pelatihan pembuatan tempirai kepada 10 kelompok perikanan tangkap.

Kegiatan tersebut merupakan respons dari dampak ekonomi Covid-19, di mana para nelayan tangkap menjadi salah satu kelompok terdampak.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tabalong, H Mugeni, melalui Kasi Perikanan Tangkap, Dedy Rahnoni, mengatakan ada 10 kelompok yang dilatih. Mereka tersebar di Kecamatan Kelua, Pugaan, dan Banua Lawas.

Untuk Kecamatan Pugaan ada 6 kelompok, Desa Tamunti 3 kelompok, Jirak 1 kelompok dan Sungai Rukam II, 2 kelompok.

Sementara Kecamatan Kelua 1 kelompok di Desa Ampukung dan Kecamatan Banua Lawas 3 kelompok, di Desa Purai, Bengkiling dan Hapalah.

“Masing-masing kelompok terdiri dari 16 orang, dengan total yang dilatih 160 orang,” ungkap Dedy kepada apahabar.com, Rabu (4/11).

Pada kegiatan itu, dua instruktur diambil dari anggota kelompok yang sudah ahli membuat tempirai dari kawat.

Saat pelatihan para peserta mendapat bahan pembuatan tempirai berupa, 1 rol kawat, 2 gulungan tali ris dan 1 buah gunting kawat dan lainnya.

“Alhamdulillah, kegiatan yang dimulai 26 Oktober 2020 sudah rampung dilaksanakan kemarin dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Dedy.

Kegiatan itu sendiri bertujuan untuk melatih keterampilan bagi penangkap ikan agar bisa membuat alat tangkap ramah lingkungan secara swadaya.

Juga diharapkan bisa menjadi mata pencaharian baru untuk meningkatkan perekonomian keluarga, karena kebutuhan alat tangkap itu diperlukan setiap tahunnya.

“Selama ini, kita tergantung kepada kabupaten tetangga untuk pemenuhan alat tangkap ikan, baik tempirai, lukah dan lainnya,” pungkas Dedy.

Dari data yang ada, sebelumnya mereka juga mendapat bantuan alat tangkap masing-masing berupa lukah atau bubu 3 buah dan ringgi jaring insang 1 set dengan total penerima 322 orang nelayan tangkap untuk 10 kelompok.

Selain itu, ada satu kelompok yang menerima bantuan pembuatan sumuran ikan atau beje sebanyak 5 unit dengan ukuran 4 x 6 meter dengan dalam antara 1,5 – 2 meter.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tabalong

Meski Nol Positif, di Tabalong Masih Banyak Zona Merah
Kebakaran

Tabalong

Kebakaran di Kampung Baru Tabalong: 1 Rumah Hangus, Kerugian Ratusan Juta
Obat Terlarang

Tabalong

Simpan Obat Terlarang, Tiga Pemuda di Tabalong Diborgol Polisi

Tabalong

Puluhan Kades di Tabalong Akhiri Masa Tugas, Sementara Dijabat ASN Kecamatan
Tabalong

Kalsel

Jangan Macam-macam, Berkerumun Malam Tahun Baru di Tabalong Aparat Mengintai
Tabalong

Tabalong

Bawaslu Tabalong Instruksikan KPU: Umumkan Berita Acara dan Sertifikat Hasil Penghitungan Suara
Pembelajaran Tatap Muka

Pemkab Tabalong

Pembelajaran Tatap Muka di Tabalong Dimulai Besok, Berikut Daftar Sekolahnya
TMMD 110

Tabalong

TMMD 110, Anggota dan Warga Kebut Penyelesaian Pembangunan RTLH
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com