Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Tanggapi Aksi Penembakan Brutal di Wina, Arab Saudi: Terorisme Tidak Punya Agama

- Apahabar.com Rabu, 4 November 2020 - 14:08 WIB

Tanggapi Aksi Penembakan Brutal di Wina, Arab Saudi: Terorisme Tidak Punya Agama

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir. Sumber: net

apahabar.com, RIYADH – Usai peristiwa penembakan brutal di Wina, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir menyampaikan belasungkawa. Dia menyebut serangan tersebut adalah kejahatan keji yang bertentangan dengan semua agama dan nilai-nilai kemanusiaan.

Seperti dilansir detikcom yang mengutip Reuters, Rabu (4/11) pernyataan Al-Jubeir ini disampaikan melalui akun Twitter-nya pada Selasa (3/11).

“Kami berbagi dengan teman-teman di Republik Austria tentang kesedihan atas kejahatan teroris yang menargetkan orang-orang tak berdosa di Wina. Kejahatan keji ini dan sejenisnya bertentangan dengan semua agama dan nilai-nilai kemanusiaan, dan itu menekankan kepada kita bahwa terorisme tidak memiliki agama atau ras,” ungkap Al-Jubeir dalam cuitannya.

Sebelumnya, dilansir AFP, Rabu (4/11/2020) empat orang tewas ketika pria bernama Kujtim Fejzulai, yang digambarkan sebagai simpatisan ISIS berusia 20 tahun, yang pernah mendekam di penjara, melepaskan tembakan dengan sebuah Kalashnikov (senjata semi otomatis) di daerah sibuk Wina, ibu kota Austria pada Senin (2/11) malam waktu setempat, sehari sebelum negara itu memasuki lockdown Corona.

Kelompok ISIS – yang mengklaim banyak serangan di Eropa – mengatakan bahwa seorang “prajurit kekhalifahan” bertanggung jawab atas pembantaian di Wina, demikian menurut badan propagandanya.

Polisi menembak mati pria bersenjata itu pada hari Senin (2/11). Polisi lalu mendatangi 18 alamat berbeda dan melakukan 14 penangkapan saat mereka mencari kemungkinan kaki tangannya dan berusaha untuk memastikan apakah dia bertindak sendiri.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Ada Apa Petinggi Facebook dan WhatsApp Resign?
apahabar.com

Internasional

Facebook ‘dan Kawan-kawan’ Down di Seluruh Dunia
apahabar.com

Internasional

Pangeran Abdul Azim Wafat, Brunei Berkabung 7 Hari
apahabar.com

Internasional

Update Hasil Pilpres AS, Biden Tinggal 6 Suara, Trump Ajukan Gugatan Setop Penghitungan di Michigan
apahabar.com

Internasional

Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Iran Minta Maaf
apahabar.com

Internasional

Gempa dan Tsunami di Turki: 39 Orang Tewas, 800 Luka-Luka
apahabar.com

Internasional

Uni Eropa Tinjau Penularan Covid-19 Melalui Udara
apahabar.com

Internasional

Masih Jadi Misteri, Tiga Pangeran Arab Wafat dalam Sebulan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com