3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Tanggapi Kelompok yang Paksakan Khilafah di Indonesia, Wapres: Sadarkan, Mereka Salah Paham

- Apahabar.com Senin, 9 November 2020 - 17:47 WIB

Tanggapi Kelompok yang Paksakan Khilafah di Indonesia, Wapres: Sadarkan, Mereka Salah Paham

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menanggapi aksi kelompok-kelompok yang getol menginginkan sistem khilafah di Indonesia. Kiai Ma’ruf menilai mereka salah paham dengan system pemerintahan dalam Islam.

Untuk Kiai Ma’ruf meminta seluruh masyarakat, khususnya umat Islam moderat, untuk terus menyadarkan kelompok-kelompok yang ingin menerapkan sistem khilafah di Indonesia.

“Kita harus terus memberikan pengertian-pengertian yang sewajarnya, artinya menyadarkan mereka tentang apa yang sudah dibuat oleh para pendiri bangsa ini, oleh ulama kita terdahulu,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Senin (9/11).

Sistem pemerintahan di Indonesia, termasuk Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 merupakan hasil kesepakatan dari para pendiri bangsa. Sehingga, siapa pun yang ingin mengubahnya harus siap menghadapi konsekuensi.

“Kepada mereka, kita harus terus menyadarkan. Kalau tidak, ya mereka silakan berhadapan sendiri dengan sistem kenegaraan yang sudah ada. Konsekuensinya dia akan menerima akibat yang dianggap merusak sistem kenegaraan,” ucap Wapres menegaskan.

Ma’ruf menyebut, kelompok yang ingin memasukkan khilafah ke Indonesia adalah orang yang salah memahami tentang sistem pemerintahan dalam ajaran Islam. Seharusnya, khilafah dipahami sebagai sesuatu yang Islami.

“Jadi, mereka menganggap bahwa Islam itu khilafah. Padahal, mestinya khilafah itu Islami, tapi tidak berarti Islami itu khilafah sebab bisa saja kerajaan, keamiran, bisa republik,” tuturnya.

Meskipun khilafah itu bersifat Islami, lanjut Ma’ruf, tidak ada negara-negara Islam yang menerapkan sistem tersebut dalam pemerintahan mereka.

“Bahkan sekarang khilafah enggak ada, ISIS saja yang khilafah itu. Ya karena enggak ada negara yang normal itu menggunakan sistem khilafah, enggak ada. Ada yang tidak normal, ya ISIS itu,” tegas Kiai.

Selain kesalahpahaman tentang khilafah, yang membuat kelompok tertentu ingin memasukkan sistem tersebut ke dalam negeri, Ma’ruf juga menegaskan bahwa sistem pemerintahan di Indonesia tidak dapat diganti-ganti karena itu merupakan kesepakatan mengikat dari para pendiri bangsa, termasuk para ulama.

“Walaupun negara ini majemuk dari segi agama terutama, juga dari segi etnis, tapi bisa berhasil membuat satu kesepakatan tentang dasar negara yaitu Pancasila dan UUD 1945 dan menyepakati negara sebagai bentuk kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Susahnya Evakuasi Buaya Terlilit Ban, Si Predator Kerap Kabur
apahabar.com

Nasional

Imbas Wabah Virus Corona, Jokowi Inginkan Insentif untuk Wisman
apahabar.com

Nasional

Prabowo: Kasad Ingin Lulusan Akmil Jadi Pemimpin Medan Tempur
apahabar.com

Nasional

Gubernur: Penyalahguna Narkoba Jateng Capai 300.000 Orang
apahabar.com

Nasional

Viral di Jagat Maya, Ahok Berseragam Pegawai SPBU
apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: Perlu Kajian Data Komprehensif untuk Relaksasi PSBB
apahabar.com

Nasional

Irjen Iqbal Siap Hadir di Munas JMSI di Riau
apahabar.com

Nasional

Status Rommy Jadi Tersangka Suap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com