Kabut Asap Berhari-hari, Karhutla di Kalsel Masih Terjadi Meski Dilanda Banjir, Harga Sembako di Palangkaraya Aman Tatah Belayung Geger, Wanita Muda Tewas Tergantung BREAKING! Sorak-Sorai & Selawat Sambut Keluarnya Tim KPK dari Rumah Bupati HSU Rumah Bupati HSU Masih Diobok-obok KPK, Petugas Angkut Boks dan Kardus

Tanggapi Kelompok yang Paksakan Khilafah di Indonesia, Wapres: Sadarkan, Mereka Salah Paham

- Apahabar.com     Senin, 9 November 2020 - 17:47 WITA

Tanggapi Kelompok yang Paksakan Khilafah di Indonesia, Wapres: Sadarkan, Mereka Salah Paham

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menanggapi aksi kelompok-kelompok yang getol menginginkan sistem khilafah di Indonesia. Kiai Ma’ruf menilai mereka salah paham dengan system pemerintahan dalam Islam.

Untuk Kiai Ma’ruf meminta seluruh masyarakat, khususnya umat Islam moderat, untuk terus menyadarkan kelompok-kelompok yang ingin menerapkan sistem khilafah di Indonesia.

“Kita harus terus memberikan pengertian-pengertian yang sewajarnya, artinya menyadarkan mereka tentang apa yang sudah dibuat oleh para pendiri bangsa ini, oleh ulama kita terdahulu,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Senin (9/11).

Sistem pemerintahan di Indonesia, termasuk Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 merupakan hasil kesepakatan dari para pendiri bangsa. Sehingga, siapa pun yang ingin mengubahnya harus siap menghadapi konsekuensi.

“Kepada mereka, kita harus terus menyadarkan. Kalau tidak, ya mereka silakan berhadapan sendiri dengan sistem kenegaraan yang sudah ada. Konsekuensinya dia akan menerima akibat yang dianggap merusak sistem kenegaraan,” ucap Wapres menegaskan.

Ma’ruf menyebut, kelompok yang ingin memasukkan khilafah ke Indonesia adalah orang yang salah memahami tentang sistem pemerintahan dalam ajaran Islam. Seharusnya, khilafah dipahami sebagai sesuatu yang Islami.

“Jadi, mereka menganggap bahwa Islam itu khilafah. Padahal, mestinya khilafah itu Islami, tapi tidak berarti Islami itu khilafah sebab bisa saja kerajaan, keamiran, bisa republik,” tuturnya.

Meskipun khilafah itu bersifat Islami, lanjut Ma’ruf, tidak ada negara-negara Islam yang menerapkan sistem tersebut dalam pemerintahan mereka.

“Bahkan sekarang khilafah enggak ada, ISIS saja yang khilafah itu. Ya karena enggak ada negara yang normal itu menggunakan sistem khilafah, enggak ada. Ada yang tidak normal, ya ISIS itu,” tegas Kiai.

Selain kesalahpahaman tentang khilafah, yang membuat kelompok tertentu ingin memasukkan sistem tersebut ke dalam negeri, Ma’ruf juga menegaskan bahwa sistem pemerintahan di Indonesia tidak dapat diganti-ganti karena itu merupakan kesepakatan mengikat dari para pendiri bangsa, termasuk para ulama.

“Walaupun negara ini majemuk dari segi agama terutama, juga dari segi etnis, tapi bisa berhasil membuat satu kesepakatan tentang dasar negara yaitu Pancasila dan UUD 1945 dan menyepakati negara sebagai bentuk kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pandemi Covid-19 Memburuk, AS Batasi Perjalanan dari Brazil
apahabar.com

Nasional

Regulasi Minol, Muhammadiyah Tepis Isu Islamisasi
apahabar.com

Nasional

Banjir di Mahakam Ulu Berangsur Surut
apahabar.com

Nasional

BMKG: Winangun-Manado Terekam 9 Kali Gempa
apahabar.com

Nasional

Viral Soal Ujian SD Singgung Nabi Muhammad

Nasional

Industri Gim Indonesia Jauh Tertinggal dari China
apahabar.com

Nasional

Ke Malaysia, Komisioner KPU Cek Surat Suara Tercoblos
vaksin covid-19

Nasional

Menkes Akui Distribusi Vaksin Terhambat, Ternyata Ini Penyebabnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com