Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Teledor! Siswa Masuk Tanpa Cek Suhu di SMPN 10 Banjarmasin

- Apahabar.com Senin, 16 November 2020 - 12:13 WIB

Teledor! Siswa Masuk Tanpa Cek Suhu di SMPN 10 Banjarmasin

Hari ini, ada empat SMP yang menerapkan kembali sistem pembelajaran tatap muka. Namun begitu tak semua SMP sigap menerapkan protokol kesehatan. Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari ini, empat SMP di Banjarmasin resmi menggelar kembali belajar tatap muka, Senin (16/11).

Sayangnya, dari empat sekolah itu tak semuanya mumpuni dalam hal sarana dan prasarana pendukung belajar-mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10, misalnya, ternyata kurang siap untuk menerapkan simulasi pembelajaran tatap muka.

Pasalnya, mereka kekurangan sejumlah thermo gun atau alat pengukur suhu tubuh.

Praktis, sejumlah murid yang berduyun-duyun datang ke sekolah setelah berbulan-bulan belajar di rumah tak menjalani cek suhu sebelum masuk ke kelas.

Berdasar pantauan apahabar.com, thermo gun tidak terlihat di pintu masuk kelas.

Tak cuma itu. Jarak fisik antara satu murid dan lainnya juga masih diabaikan.

Terlihat kursi tanpa ada tanda silang atau larangan di dalam ruangan kelas.

Kepala SMPN 10 Banjarmasin Saifuddin Zuhri mengakui pelaksanaan protokol kesehatan sempat terhambat ketika pembelajaran tatap muka hari pertama.

Alasannya, keberadaan thermo gun hanya diketahui oleh satu tenaga pengajar. Kebetulan tenaga pengajar ini telat masuk ke sekolah.

“Anaknya sakit tapi dari kemarin (15/11) telah kami siapkan segala sarana dan prasarana,” ujarnya.

Namun ia menuturkan segala penerapan protokol kesehatan di ruang kelas menggunakan mekanisme berbeda tetap diterapkan.

Pihaknya, kata dia, hanya mempunyai dua opsi. Yaitu 30 persen dan 50 persen dari total kapasitas suatu kelas.

SMPN 10 sendiri memakai pola 50 persen. Praktis cuma setengah siswa di sekolah dari total keseluruhan 552 siswa.

“Kapasitasnya sudah kita kurangi. Itu ada yang izin sakit dan tidak diizinkan orang tuanya,” ucapnya.

Dalam simulasi, ia menerangkan satu kali mata pelajaran memakan waktu paling lama 25 menit.

Waktu istirahat dipangkas. Hanya menjadi 15 menit. Siswa diimbau untuk selalu berada di dalam ruangan kelas.

Kantin sekolah ditutup selama pembelajaran tatap muka untuk menghindari ruang penularan Covid-19.

Sementara waktu pulang sekolah disesuaikan menjadi pukul 11.00 Wita.

“Datang dan pulang juga diatur,” pungkasnya.

Hanya Empat Sekolah Direkomendasikan 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tak Mau Jadi Penonton, PKS Dorong Kadernya Maju Pilkada 2020
apahabar.com

Kalsel

Ramalan Cuaca Kalsel Hari Ini, Simak Peringatan BMKG
apahabar.com

Kalsel

Tekan Korupsi, Pemkab Banjar Gelar Bimbingan Teknis
apahabar.com

Kalsel

Bikin Sejarah, Paman Birin Ikut Panen Malam-Malam di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Pasca-Ramadan, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Kalsel Merosot
apahabar.com

Kalsel

Giliran Serikat Pekerja Geruduk DPRD Kalsel, Simak Tuntutannya
apahabar.com

Kalsel

Membanggakan, Kabupaten HST Terbanyak Peserta Sains Madrasah Nasional
Pria Sebatang Kara Ditemukan Tewas Membusuk di Sofa

Kalsel

Pria Sebatang Kara Ditemukan Tewas Membusuk di Sofa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com