Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Tersisa 8,5 Juta Hektar, Jokowi Ingatkan Penyelesaian Perhutanan Sosial Masyarakat

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 13:38 WIB

Tersisa 8,5 Juta Hektar, Jokowi Ingatkan Penyelesaian Perhutanan Sosial Masyarakat

Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Foto-Biro Pers/Rusman via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan hingga akhir September 2020 realisasi lahan untuk perhutanan sosial telah mencapai 4,2 juta hektar.

Namun, Jokowi mengingatkan masih ada sekitar 8,5 juta hektar lahan perhutanan sosial masyarakat yang masih harus segera diselesaikan.

Jokowi, dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/11), juga mengingatkan target lahan perhutanan sosial mencapai 12,7 juta hektar hingga 2024.

“Memang ada sebuah peningkatan akumulatif yang cukup besar dalam lima tahun pertama kemarin tetapi masih ada sisa juga yang delapan juta hektar lebih tadi yang perlu kita selesaikan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Perhutanan Sosial, seperti dilansir Antara.

Kepala Negara juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar tidak hanya memberikan izin untuk lahan perhutanan sosial, namun juga memberikan pendampingan ke masyarakat untuk pemberdayaan dalam menciptakan program-program lanjutan.

Dengan begitu, masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola lahan perhutanan sosial, sehingga dapat memberikan nilai tambah, termasuk untuk manfaat ekonomi.

“Sehingga masyarakat di sekitar hutan itu memiliki kemampuan me-manage, memanajemeni, yang sudah diberikan yaitu untuk masuk ke dalam aspek bisnis perhutanan sosial yang tidak hanya argo forestry tetapi juga bisa masuk ke bisnis ekowisata, agro-silvo-pastoral, bisnis bioenergi, bisnis hasil hutan bukan kayu, bisnis kayu rakyat. Semua sebetulnya bisa mensejahterakan tapi sekali lagi pendampingan ini sangat diperlukan,” jelas Jokowi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ingin Digaji Tinggi, Miliki 10 Keterampilan Ini

Nasional

Ingin Digaji Tinggi, Miliki 10 Keterampilan Ini
apahabar.com

Nasional

Belum Terima Bantuan Kuota Internet, Nadiem Minta Siswa Tidak Khawatir
apahabar.com

Nasional

Begini Sikap MUI Tentang Kasus Anjing Masuk Masjid
apahabar.com

Nasional

China: Korban Virus Corona di Wuhan Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan
apahabar.com

Nasional

Tingginya Korban Penyelenggara Pemilu, Usulan E-Voting Mengemuka
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Ingin Indonesia Tidak Terjebak Rutinitas Monoton
apahabar.com

Nasional

BMKG: Hujan Guyur Jabodetabek hingga Minggu Depan
apahabar.com

Nasional

Tertangkap di Kolong Rumah, Pelaku Pencabulan Anak Dihajar Massa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com