Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Tertarik Tagar Boikot Prancis, Warga Norwegia Masuk Islam

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 13:03 WIB

Tertarik Tagar Boikot Prancis, Warga Norwegia Masuk Islam

Warga Norwegia tertarik dengan Islam karena melihat tagar Bikot Prancis. Foto-istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pembina Mualaf Center Indonesia Steven Indra Wibowo membimbing secara daring warga Norwegia untuk memeluk Islam. Menariknya, pemuda bernama Espen Bjekestrand Jaegtvik tertarik dengan islam karena tagar boikot Prancis.

“Beliau mungkin menemukan tagar yang beredar terus di sosmed tentang #boycottfrance, dan kemudian menemukan tagar yang sama namun gambar berbeda tentang seorang warga negara Prancis yang bersyahadat setelah saya nyatakan kedai kopi saya melakukan boycott beberapa produk dari Prancis,” ujar Steven dilansir Republika.co.id, Senin (2/11).

Menurut Steven rasa ingin tahu orang-orang alasan begitu marah umat Muslim sedunia tentang perlakuan majalah Charlie Hebdo yg dengan sengaja menghina

Rasulullah dan menyulut kemarahan muslim. Kemudian pembunuhan seorang guru yang menghina Islam, lalu banyaknya pujian terhadap syuhada yang membunuh penghina Islam tersebut.

Semua hal ini menjadikan mereka yang belum tahu Islam menjadi bertanya-tanya tentang Islam. Takdir Allah Espen kemudian menghubungi Steven.

Setelah bersyahadat secara langsung, Espen kemudian dititipkan kepada sahabat Muslim yang berada di Norwegia. Dia akan belajar di Masjid Oslo untuk mendalami Islam.

Mualaf Center memiliki program pendampingan dan pembinaan mualaf. Pembinaan itu seperti mengajar dan membimbing mualaf, sedangkan pendampingan berupa menemani mualaf dalam keseharian mereka dan menjadi teman untuk curhat, bertanya urusan agama yang umum, membantu mediasi dengan keluarga mualaf dan sebagainya.

“Kita sudah membantu bersyahadat daring sejak 2008, syahadat jarak jauh dan komunikasi daring, kendala utamanya adalah koneksi internet yang kurang stabil,” ujar dia.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Habib Tuna Netra Asal Yaman, Ungkap Keistimewaan Haul Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Religi

5 Cara Mengendalikan Hawa Nafsu
apahabar.com

Religi

Siapa Dilembu Mangku Rat yang Disebut Penyebar Islam di Banjarmasin?
apahabar.com

Habar

Gelar Munas ke-10, Berikut Kandidat Ketua Umum MUI
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Berencana Buka 90 Ribu Masjid Minggu Depan
apahabar.com

Habar

Di Tengah Pandemi, Haul Habib Mancung ke-52 di Pacakan Kusan Hulu Digelar Terbatas
apahabar.com

Habar

Sebelum Pulang, Jemaah Haji Tapin Selamatan
MTQ

Habar

Pelatihan Calon Dewan Hakim MTQ di Kapuas Resmi Ditutup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com