Keren, RSD Idaman Banjarbaru Ditetapkan Sebagai RS Unggulan Pelayanan KB Simakalama Pembelajaran Tatap Muka OTT Amuntai, Giliran Orang Dekat Bupati HSU Diperiksa KPK KPK Tangkap Tangan Maliki, Bupati HSU Tunjuk Plt Kadis PUPRP Baru PLN Suplai Listrik untuk Kawasan Food Estate Kalteng

TNI Dilibatkan Tangani Terorisme? Begini Komentar Komnas HAM

- Apahabar.com     Minggu, 15 November 2020 - 12:58 WITA

TNI Dilibatkan Tangani Terorisme? Begini Komentar Komnas HAM

Ilustrasi. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Meski mendapat penolakan dari sejumlah pihak, tetapi pemerintah akan tetap melibatkan TNI dalam aksi memberantas terorisme.

Menko Polhukam, Mahfud MD, mengungkapkan rancangan Peraturan Presiden tentang Keterlibatan TNI dalam Aksi Terorisme telah rampung. Pemerintah tinggal menunggu waktu untuk menyerahkannya ke DPR guna dibahas.

Persoalan ini juga didiskusikan dalam Webinar yang dilaksanakan Academic TV bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Antasari (UIN) Banjarmasin, Sabtu (14/11).

Di dalam forum tersebut, Komisioner Komnas HAM, M Choirul Anam, menyampaikan pihaknya telah mengirimkan surat dan policy paper terkait Rancangan Perpres Pelibatan TNI dalam menangani aksi terorisme kepada Presiden dan DPR.

“Komnas HAM hanya merekomendasikan pelibatan TNI dalam penindakan terorisme skala tinggi, di mana aparat kepolisian tidak mampu menangani”, ujarnya.

Anam menuturkan bahwa dalam mengatasi ancaman terorisme di Indonesia, kerangka penegakan hukum pidana sudah tepat.

Undang Undang (UU) No 5 tahun 2018 sudah mengatur secara komprehensif penanganan terorisme, dari pencegahan, penindakan dan deradikalisi, termasuk pemenuhan hak korban terorisme.

Namun, Anam menilai pemerintah harus menjelaskan skala ancaman serius yang memungkinkan pelibatan TNI dalam penindakan. Lalu mengoreksi ketentuan tentang sumber pembiayaan TNI dari anggaran non APBN.

“Dan memastikan pengerahan TNI sebagai bentuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dilakukan berdasarkan kebijakan politik pemerintah, bukan langsung diputuskan oleh Panglima TNI.

Dekan Fakultas Syariah UIN Antasari, Jalaluddin, mengingatkan perlunya sikap hati-hati dalam penugasan TNI mengatasi aksi terorisme.

“Menugaskan TNI mengatasi aksi terorisme dinilai berlebihan, berpotensi mengganggu sistem peradilan pidana, mengancam HAM, demokrasi, hingga memiliki potensi tumpang tindih kewenangan dan tupoksi lembaga lain,” pungkasnya.

Namun tidak bisa dipungkiri karena terorisme merupakan ancaman global dan ada tingkatan ancaman yang tidak bisa diatasi oleh aparat kepolisian, maka TNI perlu dilibatkan.

Jalaluddin memberikan batasan menurut Hukum Humaniter Internasional bahwa Pengaturan dalam Rancangan Perpres hendaknya diarahkan kepada penugasan TNI untuk terorisme di kawasan regional dan wilayah perbatasan, bukan untuk di dalam negeri.

Jalaluddin juga mengingatkan bahwa pelibatan TNI yang tidak diatur dengan hari-hati dan terbatas berpotensi menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM yang berdasarkan pengalaman di masa lalu bisa berdampak terjadi stigma negatif terhadap negara dan embargo terhadap militer.

Akibatnya persenjataan modern kita tidak bisa digunakan atau diperbaiki karena tidak ada suku cadangnya akibat embargo.

“Sehingga perlu diatur ruang lingkup situasi tertentu untuk melibatkan TNI yang tidak menimbulkan persoalan,” ucapnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Prostitusi Online di Martapura, Satpol PP Tangkap Dua Wanita
apahabar.com

Tak Berkategori

Real Count Golkar Kalteng, Sugianto-Edy Unggul 3,54 Persen Dibanding Ben-Ujang

Tak Berkategori

Target Raih WTP, Pemkab Kapuas Mantapkan Penyusunan LKPD

Tak Berkategori

Kapolsek Kapuas Murung Pimpin Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Prokes
PDAM Tabalong

Tak Berkategori

PDAM Tabalong Mulai Distribusikan Air Bersih ke Pelanggan di Propenas
apahabar.com

Tak Berkategori

Antusias, Warga Banjarmasin Bahagia Bertemu Hj Ananda
apahabar.com

Tak Berkategori

UEFA Nations League: Mimpi Besar Inggris Pupus di Kandang Sendiri
Gubernur Sulsel

Tak Berkategori

KPK Diduga Tangkap Gubernur Sulsel, Begini Penjelasan Jubir Nurdin Abdullah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com