Nah Lho.. Anggota DPRD Kalsel Terjaring Jam Malam di Banjarmasin Yang Terjadi Jika MK Menerima Permohonan AnandaMu… Saat Banjarmasin Berlakukan Jam Malam: Lampu-Lampu Dimatikan, ‘Jalur Tikus’ Dijaga Ketat 3 Pelajar Banjarmasin Raih Juara Lomba Baca Berita, Salah Satunya dari SMP Almazaya Maksimalkan Penyekatan, Kalsel Tutup Semua Jalur Mudik Provinsi-Kabupaten

Trump Luapkan Amarah di Twitter: Hentikan Penghitungan!

- Apahabar.com Jumat, 6 November 2020 - 08:25 WIB

Trump Luapkan Amarah di Twitter: Hentikan Penghitungan!

Donald Trump. Foto-ABC Australia

apahabar.com, WASHINGTON DC – Donald Trump melontarkan kemarahan lewat cuitan Twitter dengan menyerukan penghitungan suara Pilpres AS 2020 dihentikan.

“HENTIKAN PENGHITUNGAN!” cuit Trump via akun Twitter-nya, seperti dilansir Associated Press, Jumat (6/11/2020).

Diketahui bahwa Presiden AS tidak memiliki wewenang untuk menghentikan penghentian suara dalam pilpres. Penghentian suara pada saat ini justru akan berdampak pada kemenangan cepat rivalnya, Joe Biden, capres Partai Demokrat.

Posisi sementara menunjukkan Biden unggul dengan 264 electoral votes atas Trump yang baru meraup 214 electoral votes. Dibutuhkan 270 electoral votes — dari total 538 electoral votes — untuk bisa memenangkan pilpres AS.

“SETIAP SUARA YANG MASUK SETELAH HARI PEMILU TIDAK AKAN DIHITUNG!” kicau Trump kembali via akun Twitternya.

Cuitan Trump tersebut tampaknya menganjurkan untuk membuang suara yang tidak terhitung secara hukum, termasuk dari diplomat dan pejabat dinas yang betugas di luar negeri. Banyak negara bagian di AS yang masih menerima surat suara via pos setelah Hari Pemilu asalkan telah mendapat cap pos sebelum 3 November.

Dalam cuitan lainnya, Trump menegaskan gugatan hukum akan diajukan tim legalnya terhadap hasil penghitungan di beberapa negara bagian yang memenangkan Biden. Trump menyatakan pihaknya memiliki banyak bukti soal penipuan pilpres.

“Seluruh negara bagian yang baru-baru ini diklaim Biden akan digugat secara hukum oleh kami atas Penipuan Pemilih dan Penipuan Pemilu Negara Bagian. Banyak buktinya — cek saja Media. KITA AKAN MENANG! America First!” ungkapnya, kutip Detikcom.

“HENTIKAN PENIPUAN!” tegas Trump lagi.

Dua cuitan Trump itu diberi label ‘diperdebatkan dan mungkin menyesatkan soal pemilu atau proses sipil lainnya’ oleh pihak Twitter.

Cuitan-cuitan Trump dalam huruf kapital itu menandakan sikap terakhir sang Presiden AS yang membenci kekalahan. Pernyataan yang dia sampaikan mencerminkan upaya hukum terakhir yang dilakukan tim kampanyenya di beberapa negara bagian yang menjadi medan pertempuran kedua capres dalam pilpres tahun ini.

Para pakar menilai langkah hukum yang ditempuh Trump merupakan langkah dangkal dan kecil kemungkinan akan mengubah hasil akhir nantinya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

WHO Wajibkan Anak 12 Tahun ke Atas Gunakan Masker Seperti Dewasa
apahabar.com

Internasional

24 Jam Usai Pencoblosan, Hasil Penghitungan Suara Pilpres AS Belum Final
apahabar.com

Hukum

Tragis, CEO Ojek Online Gokada Tewas Dimutalisi Pakai Gergaji
Status Darurat Medis

Internasional

Desak Pemerintah Dukung Kesehatan, Ikatan Dokter Jepang Nyatakan Status Darurat Medis

Internasional

Surat Kabar Tuai Ancaman Usai Terbitkan Kartun Nabi

Internasional

Rilis Album Terbaru, Justin Bieber Suarakan Keadilan Umat Manusia
apahabar.com

Internasional

Kota Terpencil Ini Berpenduduk 12 Orang, Punya Klinik Swalayan
apahabar.com

Internasional

Ada Apa, Jutaan Jangkrik dan Belalang “Menginvasi” Makkah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com