Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Uji Coba Vaksin Bikin Harga Minyak Naik Menggeliat

- Apahabar.com Sabtu, 21 November 2020 - 09:30 WIB

Uji Coba Vaksin Bikin Harga Minyak Naik Menggeliat

Harga minyak membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut didukung oleh uji coba vaksin Covid-19. Foto ilustrasi pekerja di Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS) yang merupakan tempat pengolahan minyak dan gas bumi dari Blok Mahakam, Kutai Kartanegara, Rabu (27/12). Ilustrasi Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kabar uji coba vaksin Covid-19 bikin harga minyak menggeliat.

Akhir perdagangan Jumat atau dibuka Sabtu (21/11) pagi WIB, harga minyak naik sekitar satu persen.

Harga minyak membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Harga minyak hanya rentan koreksi dibayangi kekhawatiran permintaan imbas kebijakan lockdown di sejumlah negara.

Minyak mentah berjangka Brent, seperti dilansir Antara, untuk pengiriman Januari terangkat 76 sen atau 1,7 persen, menjadi menetap di 44,96 dolar AS per barel.

Kontrak minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari yang lebih aktif naik 52 sen atau 1,2 persen menjadi 42,42 dolar AS per barel. Kontrak WTI untuk penyerahan Desember, yang berakhir pada Jumat (20/11), naik 41 sen atau 1,0 persen, menjadi 42,15 dolar ASper barel.

Kedua acuan Brent dan WTI melonjak sekitar lima persen minggu ini.

Prospek vaksin Covid-19 yang efektif telah mendukung pasar minyak minggu ini.

Pfizer Inc mengatakan akan mengajukan permohonan kepada regulator kesehatan AS pada Jumat (20/11) untuk otoritisasi penggunaan darurat vaksinnya, permohonan pertama dalam langkah besar untuk memberikan perlindungan dari virus corona.

“Terlepas dari fakta bahwa pada kenyataannya perlu waktu untuk melaksanakan kampanye vaksin global, saat permintaan minyak akan menurun, berita positif setiap hari tentang pengiriman vaksin,” kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak Rystad Energy.

Juga meningkatkan sentimen adalah harapan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan produsen lain akan menjaga produksi minyak mentah.

Grup yang dikenal sebagai OPEC+ itu diperkirakan akan menunda peningkatan produksi yang direncanakan.

OPEC+, yang akan bertemu pada 30 November dan 1 Desember, sedang mencari opsi untuk menunda setidaknya tiga bulan dari Januari pengurangan pemotongan 7,7 juta barel per hari (bph) mereka sekitar dua juta barel per hari.

“Asumsi pengalihan pemotongan saat ini oleh OPEC+ ke kuartal pertama 2021 mungkin di harga hari ini 44 dolar AS per barel,” kata bank Nordik, SEB.

Namun, perusahaan minyak Rusia yang lebih kecil berencana untuk memompa lebih banyak minyak mentah tahun ini meskipun ada kesepakatan produksi ketika mereka memiliki sedikit kelonggaran dalam mengelola produksi ladang minyak baru.

Harga minyak juga mendapat beberapa dukungan dari tanda-tanda pergerakan pada kesepakatan stimulus di Washington setelah Pemimpin Mayoritas Republik Senat AS Mitch McConnell setuju untuk melanjutkan diskusi tentang memberikan lebih banyak bantuan Covid-19 ketika kasus melonjak di seluruh Amerika Serikat.

Namun, kekhawatiran kelebihan pasokan terus membebani saat Libya telah meningkatkan produksi ke tingkat pra-blokade 1,25 juta barel per hari.

Menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes Co, perusahaan energi AS minggu ini memangkas jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi untuk pertama kalinya dalam 10 minggu.

Jumlah rig minyak dan gas, indikator awal produksi di masa depan, turun dua rig menjadi 310 rig minggu ini, dengan rig minyak saja turun lima rig menjadi 231 rig, setelah mencapai level tertinggi sejak Mei pekan lalu.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Menguat, Seiring Pasar Masih Nantikan Hasil Pilpres AS
apahabar.com

Ekbis

Wow! Harga Emas di Pegadaian Ada yang Naik hingga Rp 10 Juta
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadan, Harga Bawang di Kalsel Kompak Naik
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Tol Terpanjang di RI Diresmikan
apahabar.com

Ekbis

Mau ke Melbourne? Citilink Buka Penerbangan dari Denpasar
apahabar.com

Ekbis

Mini Cooper Rp12.000 Milik Pengojek “Online” Ditawar Rp400 Juta-Rp500 Juta
apahabar.com

Ekbis

Dipicu Sentimen Virus Corona, Rupiah Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Terminal Baru Syamsudin Noor, Pemprov Minta AP Utamakan UMKM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com