KH Miftachul Achyar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Ma’ruf Amin Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut

Ungkap 15 Kasus, Polda Kalsel Amankan Ribuan Gas Elpiji 3 Kg

- Apahabar.com Kamis, 12 November 2020 - 15:49 WIB

Ungkap 15 Kasus, Polda Kalsel Amankan Ribuan Gas Elpiji 3 Kg

Barang bukti tabung Gas yang disita Ditreskrimsus Polda Kalsel. Foto- istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejak Januari hingga November 2020, Polda Kalsel berhasil mengungkap 15 kasus penjualan gas elpiji 3 kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET).

Dari hasil penindakan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Kalsel, ada 15 tersangka yang diamankan berserta barang bukti.

“Sejak Januari hingga November jajaran Ditreskrimsus telah mengikat 15 kasus dengan 15 tersangka,” ujar Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta saat pres reles di lobi Mapolda Kalsel, (12/11).

Sedikitnya ada 4.717 tabung gas yang diamankan polis sebagai barang bukti. Terdiri dari 1.419 tabung berisi dan 3.298 kosong.

Selain itu, juga turut diamankan barang bukti lainya. Empat unit mobil pick up, uang hasil penjualan Rp 9.650.000, satu sepeda motor, satu gerobak kayu, 12 lembar HET, dan 53 bundel buku penyaluran.

Dijelaskan Nico, adapun modus operandi Pemilik pangkalan menjual gas elpiji 3 kilogram sekitar 50 persen sampai 80 persen stok gas dijual di atas HET yakni sesuai peraturan gubernur Kalsel Nomor 44/047/KUM/2015 seharga Rp17.500.

“Antara harga tertinggi Rp18 ribu per tabung sampai dengan Rp30 ribu per tabung guna mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” ucap Nico.

Atas tindakan para tersangka tersebut, dengan menjual lebih tinggi dari HET, mereka dikenakan Pasal 62 ayat (1) Jo pasal 10 huruf (A) UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Jo Peraturan Presiden RI Nomor 71 tahun 2015 tentang penetapan dan penyimpanan Barang kebutuhan pokok dan barang penting. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan atau denda Rp 2 miliar.

Serta menjual tanpa izin melanggar Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat (1) UU RI nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Peraturan Presiden RI nomor 71 Tahun 2015 Tentang penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang. Dengan ancaman hukuman empat tahun penjara dan atau denda Rp 10 miliar.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Ajukan Eksepsi, Terdakwa Korupsi Jembatan Mandastana Sebut Kasusnya Perdata
apahabar.com

Hukum

Kematian Helda, Perempuan Muda di Pelambuan Masih Misteri

Hukum

Hoaks Penganiayaan, Ratna Didakwa Bikin Onar
apahabar.com

Hukum

Niat Kabur, Pencuri Mobil di Balikpapan Utara Diringkus di Banjarmasin 
apahabar.com

Hukum

Berkedok Penggandaan Uang, Warga Lepasan Menipu Ratusan Juta
apahabar.com

Hukum

Dituntut 12 Bulan Penjara, Budak Sabu di Banjarmasin Ucap Syukur
apahabar.com

Hukum

Malam Minggu Kelabu, Pemuda Terbacok di Banjarmasin Tengah
apahabar.com

Hukum

Sidang Ahmad Dhani Ricuh, Ini Awalnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com