Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Upah Petugas Pelipatan Surat Suara di Banjarmasin Tak Sesuai?

- Apahabar.com Sabtu, 21 November 2020 - 15:57 WIB

Upah Petugas Pelipatan Surat Suara di Banjarmasin Tak Sesuai?

Petugas pelipat surat suara di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Upah petugas penyortiran dan pelipatan surat suara di Kota Banjarmasin tidak sesuai, apa benar?

Proses sortir dan lipat untuk surat suara Pilgub dan Pilwali telah dilakukan sejak Jumat lalu (20/11). Kegiatan berlangsung di Gedung Wanita Jalan Hasan Basry, Banjarmasin.

Besaran upah pelipatan surat suara memang ada perbedaan antara surat suara Pilgub dan Pilwali.

Di mana untuk pelipatan surat suara Pilwali Kota Banjarmasin diupah sebesar Rp 75 per lembar.

Sedangkan surat suara Pilgub diupah lebih kecil, yaitu hanya Rp 50 per lembar. Keduanya potong pajak sebesar 6%.

“Besaran itu sudah dibicarakan dan disepakati se-Kalsel. Untuk surat suara Pilgub lebih murah karena hanya 2 kali lipat, sedangkan Pilwali 3 kali lipat. Dan tidak ada perbedaan antar petugas,” ujar Sekretaris KPU Banjarmasin, Husni Thamrin.

Menurutnya, setiap kelompok pelipat suara diisi oleh sekitar 2-3 orang. Di mana masing-masing kelompok diberikan 7 kotak surat suara, yang perkotaknya berisi 2.000 lembar surat suara.

“Berarti ada sekitar 14 ribu lembar surat suara yang harus mereka selesaikan,” pungkasnya.

Menilik data tersebut, ada sedikit ketimpangan perihal pengupahan petugas pelipatan.

Terpisah, salah seorang petugas pelipat surat suara, Mariana mengaku, hanya mengetahui upah yang diterima sebesar Rp 50.000 per kotak.

Karena jika dihitung, misalnya untuk surat suara Pilwali Rp 75 dipotong 6% jadi sekitar Rp 70,5 x 2.000 lembar surat suara sama dengan Rp 141.000 per kotak.

Kemudian untuk surat suara Pilgub Rp 50 dipotong 6% jadi sekitar Rp 4,7 x 2.000 lembar surat suara sama dengan Rp 94.000 per kota.

Dari penghitungan itu, artinya upah yang diterima Mariana tidak sesuai atau sangat jauh dari seharusnya yang diterima. Baik itu surat suara Pilgub Kalsel maupun Pilwali Kota Banjarmasin.

“Setelah selesai pekerjaan baru dikasih upahnya. Satu kotak sekitar Rp 50.000. Mungkin yang paling murah hitungannya,” ucapnya.

Adapun total jumlah surat yang dilipat masing – masing sebanyak 461.000 lebih, sudah termasuk dengan 2,5 persen surat suara cadangan, dengan mengerahkan petugas pelipatan sekitar 50 orang.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Fakta Mencengangkan Pembunuhan Sadis Istri di Kandangan
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lebat Disertai Petir Hantui Sejumlah Wilayah Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Minta Naikan Upah, Buruh Kalsel Siap Beraksi
apahabar.com

Kalsel

Pembangunan Sejumlah Sekolah Dasar Terkendala Perubahan Sistem Lelang
apahabar.com

Kalsel

Gara-Gara Kipas Angin, Bapak-Anak Tewas di Martapura
apahabar.com

Kalsel

Batulicin Irigasi Sabet Juara Umum Kampung Tangguh Banua se-Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Rutan Marabahan Terpapar Covid-19, Satu WBP dan Petugas Positif
apahabar.com

Kalsel

DPRD: Kalsel Sehat Jadi Prioritas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com