BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Wapres Ma’ruf Minta Umat Islam Indonesia Jangan Ikut Arus Berpikir Sempit

- Apahabar.com Selasa, 17 November 2020 - 11:09 WIB

Wapres Ma’ruf Minta Umat Islam Indonesia Jangan Ikut Arus Berpikir Sempit

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci pada webinar tentang "Peran Umat Islam Indonesia dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas 2045", yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten secara virtual pada Senin (16/11). Foto-Setwapres via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta seluruh umat Islam khususnya di Indonesia untuk tidak ikut dalam arus berpikir yang sempit.

Karena cara berpikir tersebut, kata Wapres Ma’ruf hanya akan menimbulkan sifat intoleran, melahirkan paham radikal, hingga membenarkan kekerasan dalam penyelesaian masalah.

“Saya tidak ingin umat Islam ikut dalam arus berpikir sempit, seperti sebagaimana fenomena yang muncul belakangan ini. Cara berpikir sempit itu melahirkan pola pikir radikal, yang menjustifikasi kekerasan dalam menyelesaikan masalah,” kata Wapres dalam keterangan yang diterima di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (17/11).

Hal itu disampaikan Wapres Ma’ruf Amin saat menyampaikan pidato kunci pada web seminar dengan tema “Peran Umat Islam Indonesia dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten secara virtual pada Senin (16/11).

Wapres Ma’ruf mengatakan pemahaman umat Muslim terhadap ajaran agama Islam tidak seharusnya tekstual tanpa mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan untuk kehidupan yang lebih baik.

Ma’ruf juga menjelaskan bahwa wahyu pertama yang diturunkan Nabi Muhammad adalah iqra, yang mengandung makna tidak sekadar membaca.

“Karena ilmu pengetahuan yang membawa kehidupan menjadi lebih baik. Membaca, memahami, dan kemudian pada gilirannya menjalankan ilmu dan pengetahuan yang dipelajari adalah merupakan makna utama dari wahyu tersebut,” tegasnya.

Apabila seluruh umat Islam berpegang pada makna tersebut, lanjutnya, maka pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2024 akan dapat tercapai.

“Masalah utama dalam peran umat Islam untuk pengembangan SDM justru adalah bagaimana umat Islam mampu mengatasi hambatan yang dihadapi, antara lain soal cara berpikir sempit dan tidak terbuka terhadap perkembangan. Umat Islam juga harus adaptif, mampu menangkap peluang serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Wapres juga mengatakan bahwa kemajuan bangsa Indonesia sangat tergantung pada peran dan kualitas umat Islam, karena sebagian besar penduduk di Indonesia merupakan muslim.

“Dengan jumlah penduduk muslim yang hampir mencapai 90 persen dari total populasi Indonesia, maju mundurnya bangsa dan negara ini akan sangat tergantung pada peran umat Islam,” ujarnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

3 Pasien Positif Covid-19 di Makassar Dinyatakan Sembuh
apahabar.com

Nasional

Jadi Tersangka Korupsi, Politikus Partai Nasdem Andi Irfan Dititipkan di Rutan KPK
apahabar.com

Nasional

DPR-Kemendikbud Sepakat Pelaksanaan UN Ditiadakan
apahabar.com

Nasional

Waspada Puting Beliung di Musim Pancaroba, Kenali Tanda dan Sifatnya
apahabar.com

Nasional

11 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat
apahabar.com

Nasional

BMKG: Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Sultra
apahabar.com

Nasional

Pencarian Penganiaya Anggota TNI Picu Perusakan Mapolsek Ciracas
apahabar.com

Nasional

Sultan Najamudin: RUU HIP Hanya Memancing Kritik dan Protes Publik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com