BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Waspada Hoaks Pilkada Serentak 2020!

- Apahabar.com Minggu, 15 November 2020 - 12:20 WIB

Waspada Hoaks Pilkada Serentak 2020!

Ilustrasi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Berita hoaks dan konten negatif lainnya mulai bertebaran menjelang Pilkada Serentak 2020.

Sejak September 2020 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah melakukan pengawasan secara ketat dan menemukan sejumlah kasus kabar bohong.

“Kami identifikasi ada hoaks terkait pilkada sebanyak 17 hoaks,” kata Plt Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal (Ditjen) Aplikasi Informatika Kemenkominfo Anthonius Malau, dilansir dari Okezone.com, Minggu (15/11).

Kominfo sudah meneruskan temuan tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Karena Kominfo tidak berwenang menilai apakah konten tersebut melanggar ketentuan kampanye daring atau tidak.

Anthonius mengatakan Kominfo juga telah menindak beberapa konten negatif terkait pilkada tersebut. Salah satunya memblokir konten yang diunggah ke medsos.

“Kami akan memblokir atau take down konten (negatif) yang ada di medsos,” ujarnya.

Mantan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam berbagai kesempatan memberikan tips untuk mengidentifikasi berita atau informasi hoaks. Berita hoaks biasanya akan semakin gencar muncul ketika di masa kampanye Pemilu atau Pemilihan. Berikut ciri-ciri hoaks:

1. Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan.

2. Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab atau klarifikasi.

3. Pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah.

4. Mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal.

5. Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat.

6. Judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya.

7. Memberi penjulukan.

8. Minta supaya di-share atau diviralkan.

9. Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dipercaya.

10. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya.

11. Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal, di mana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas.

12. Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

24 Juni, Verifikasi Faktual Calon Perseorangan di Tanbu Dimulai
apahabar.com

Politik

Maju Pilgub Kalsel, Denny Sowan ke Mahfud MD
apahabar.com

Politik

Debat Pilgub Kalsel 2020 Digelar November Ini, Begini Konsep Mentahnya!
apahabar.com

Politik

Relawan Anang-Daus: Banjarmasin Perlu Dipimpin Anak Muda
apahabar.com

Politik

Sempat Mundur, Ovie Beber Alasannya Nyalon Lagi di Pilwali Banjarbaru
apahabar.com

Politik

Terus Mengalir, Kali Ini Masyarakat Dayak Nyatakan Dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Politik

Kaum Hawa Dominasi Jumlah Pemilih di Pilbup Banjar
apahabar.com

Politik

Pilwali Banjarmasin 2020: Kotak Suara Dirakit dan Dijaga Ketat 1×24 Jam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com