Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

Waspada! Pegadaian Tak Pernah Jual Emas Secara Online

- Apahabar.com Senin, 2 November 2020 - 23:30 WIB

Waspada! Pegadaian Tak Pernah Jual Emas Secara Online

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) menegaskan tidak pernah menjual emas secara online.

BUMN ini meminta masyarakat lebih waspada dan berhati-hati mengingat adanya tindakan penipuan yang mengatasnamakan Pegadaian di salah satu media sosial yakni Instagram.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian Amoeng Widodo menjelaskan pihaknya telah melakukan proses hukum terhadap pelaku penipuan lelang online.

“Kronologi perkara diawali ketika perusahaan menemukan lebih dari 400 akun Instagram yang mengatasnamakan Pegadaian dan diduga melakukan tindakan penipuan,” kata Amoeng dalam keterangan di Jakarta, Senin (2/11).

Amoeng memaparkan modus operandi penipuan yang dilakukan oleh para pelaku dengan cara membuat akun-akun Instagram yang menggunakan kata Pegadaian, Pegadaian Syariah, The Gade sehingga seolah-olah merupakan akun resmi milik PT Pegadaian (Persero).

Untuk meyakinkan calon korban, pelaku mengambil foto karyawan dan memanipulasi data KTP, NPWP hingga bahkan kartu pengenal karyawan (ID Card), bahkan membuat rekening bank atas nama Pegadaian.

Kemudian mereka menawarkan barang berharga seperti emas batangan, maupun perhiasan dengan harga murah, jauh di bawah harga pasar. Selain itu, pelaku juga menawarkan barang berharga lainnya seperti laptop, handphone, bahkan sepeda merk ternama dan barang sejenis lainnya kepada calon korban.

Calon korban pun diminta untuk melakukan pembayaran dengan mentransfer uang ke rekening bank milik para pelaku, tetapi kemudian barang yang dipesan tersebut tidak dikirimkan.

“Bahkan setelah uang melalui transfer bank telah diterima, pelaku menutup atau menonaktifkan akun media sosialnya dan nomor rekening yang dipakai untuk menipu tersebut,” tulis Amoeng.

Pihak Penyidik Polda Metro Jaya telah melakukan proses pemeriksaan yang dimulai sejak April hingga September 2020, dan secara simultan telah berhasil menangkap dan melakukan penahanan terhadap pelaku di pada Juni 2020.

Selanjutnya penyidik Polda Metro Jaya pada tanggal 1 Oktober 2020 telah melimpahkan berkas perkara pemeriksaan berikut dengan pelaku dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Antisipasi pihak Pegadaian agar kejadian semacam ini tidak berulang dan juga sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, yakni Pegadaian bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan untuk menangkap dan menjerat hukum para pelaku serta aktor intelektual di balik tindak kejahatan ini.

Selain itu, Pegadaian juga telah bekerja sama dengan Grup IB, perusahaan internasional yang ahli dalam mendeteksi dan menghentikan cyber attacks dan online fraud serta mampu melakukan investigasi kejahatan dunia maya tingkat tinggi. (ant)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemberian Grasi Langkah Mundur Kemerdekan Pers
apahabar.com

Nasional

Pembinaan Karakter Jadi Tantangan Pendidikan Indonesia
Soekarno

Nasional

Simak Lika-liku Perjalanan Cinta Bung Karno dengan 9 Istrinya
apahabar.com

Nasional

Jokowi Beri Arahan Pengendalian Karhutla 2019 di Istana Negara
apahabar.com

Nasional

Kampung Adat Sukabumi Masuk Zona Rentan Gerakan Tanah
apahabar.com

Nasional

Maluku Digoyang Gempa 5.0 Magnitude
apahabar.com

Nasional

Kabar Baik, Bupati Karawang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Nasional

Tsunami Selat Sunda, Presiden Korsel Kirim Surat Duka Cita
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com