Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

160 Tahun Hilang, Akhirnya Patung Kepala Kuda Kembali ke Beijing

- Apahabar.com Kamis, 3 Desember 2020 - 11:18 WIB

160 Tahun Hilang, Akhirnya Patung Kepala Kuda Kembali ke Beijing

Istana Kuno Musim Panas atau Yuanmingyuan yang tetap lestari dalam kondisi porak-poranda akibat Perang Candu Kedua (1856-1860). Foto: Klok.com

apahabar.com, BEIJING – Patung kepala kuda yang terbuat dari perunggu akhirnya kembali ke Museum Istana Kuno Musim Panas di Beijing, China, setelah hilang selama 160 tahun.

Patung kepala kuda yang dicuri oleh pasukan Inggris dan Prancis 160 tahun yang lalu akhirnya kembali ke rumah asalnya di Istana Kuno Musim Panas yang dikenal dengan nama Yuanmingyuan sekaligus menjadi peninggalan budaya China yang pertama kembali dari luar negeri, demikian media China, seperti dilansir Antara, Kamis (3/12).

Kepala Badan Warisan Budaya Nasional China (NCHA), Liu Yuzhu, dalam seremonial pemulangan patung tersebut mengatakan bahwa peninggalan budaya akan hilang jika bangsanya lemah, sebaliknya peninggalan budaya akan terawat jika bangsanya kuat.

Tentu saja kembalinya patung tersebut mendapatkan sambutan hangat dari warganet China.

Tanda pagar “kembalinya patung kuda ke Yuanmingyuan” di Weibo dilihat 250 juta kali hingga Selasa (1/12) sore.

Tahun ini merupakan peringatan 160 tahun penjarahan besar-besaran dan perusakan Yuanmingyuan yang bersebelahan dengan kompleks Tsinghua University di Distrik Haidian itu.

Liu mencatat keberhasilan pengembalian peninggalan bersejarah tersebut berkaitan erat dengan kerja keras pemerintah China dan para mitranya dari Hong Kong dan Makau.

Pada 13 November 2019, taipan kasino dari Makau mendiang Stanley Ho mendonasikan koleksinya senilai 69,1 juta dolar HK (Rp126,2 miliar) ke Museum Nasional Kota Terlarang di Beijing yang dia beli dari lelang pada September 2007.

Warganet China sangat berharap peninggalan budaya China lainnya yang berada di luar negeri segera dipulangkan.

Wakil Direktur Istana Kuno Musim Panas Li Xiangyang mengatakan bahwa sebagian besar peninggalan yang hilang dari museumnya akibat Perang Candu Kedua (1856-1860) tersimpan rapi di Inggris dan Prancis.

Sayangnya beberapa peninggalan lain di istana tersebut tidak diketahui jumlahnya karena arsipnya turut hilang.

Sementara jika melihat bangunan Kota Terlarang, ada sekitar 800 ribu hingga 1 juta item benda peninggalan yang hilang.

Sampai saat ini di situs tersebut baru ada 2.000 prasasti dan batu bata, demikian pakar sejarah Liu Yang.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Digagas Indonesia, PBB Sahkan Resolusi untuk Lindungi Pelaut
apahabar.com

Internasional

WNI dan Puluhan Staf PBB Jadi Korban Ethiopian Airlines
apahabar.com

Internasional

Postingan Hina Rasulullah, Picu Kerusuhan Berdarah di India
apahabar.com

Internasional

Stram Kurs Kembali Bakar Al-Qur’an, Ada Apa?

Internasional

Tragis! Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Malah Diperkosa Lagi oleh Polisi
apahabar.com

Internasional

WHO: Pemulihan Bisa Lebih Cepat Bila Vaksin Covid-19 Merata
apahabar.com

Internasional

Down, Facebook Pastikan Bukan Akibat Serangan DDoS

Internasional

AS Tidak Perpanjang Tenggat Waktu untuk TikTok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com