Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu

2020 Ombudsman Kalsel Terima 546 Laporan, Didominasi Agraria dan Bansos Covid-19

- Apahabar.com Rabu, 30 Desember 2020 - 12:45 WIB

2020 Ombudsman Kalsel Terima 546 Laporan, Didominasi Agraria dan Bansos Covid-19

Ilustrasi Ombudsman. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kantor Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima 546 laporan masyarakat sepanjang tahun 2020.

“Dari sisi penerimaan dan verifikasi laporan, total akses masyarakat sebanyak 466 laporan. Ditambah 80 laporan masyarakat terdampak Covid-19. Maka, apabila dijumlahkan terdapat 546 laporan masyarakat ke Ombudsman RI Perwakilan Kalsel,” ucap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Rabu (30/12) pagi.

Berdasarkan substansi laporan, kata dia, yang tertinggi sektor pertanahan atau agraria 80 laporan, bantuan dan jaminan sosial 60 laporan.

Kemudian, pendidikan 51 laporan, kepegawaian 30 laporan, kepolisian 27 laporan, air 24 laporan, desa 21 laporan, dan energi kelistrikan 19 laporan.

“Selanjutnya, disusul perbankan, kesehatan, administrasi kependudukan, perizinan, PTSP, pemukiman, pajak, peradilan dan lain-lain,” katanya.

Sedangkan aduan khusus tentang pandemi Covid-19 sebanyak 80 laporan. Di antaranya mengenai bantuan sosial, pelayanan kesehatan, keuangan, keamanan, dan transportasi.

“Paling banyak keluhan terkait bantuan sosial, keuangan atau restrukturisasi kredit serta kesehatan,” bebernya.

Kendati demikian, tidak semua laporan memenuhi syarat formil dan dapat ditindaklanjuti.
“Setidaknya ada 3 laporan yang tidak memenuhi syarat formil,” cetusnya.

Dari ratusan kasus itu, cara penyampaian laporan atau konsultasi masyarakat pun berbeda-beda.
Antara lain datang langsung 186 laporan atau 40 persen, via WhatsApp 105 laporan atau 23 persen, surat 82 laporan atau 18 persen.

Lalu via telpon 34 laporan atau 7 persen, email 25 laporan atau 5 persen, lain-lain 14 laporan atau 3 persen.

Terakhir, investigasi inisiatif 11 kasus atau 2 persen, media sosial 8 kasus atau 2 persen, dan website 1 kasus atau 1 persen.

“Klasifikasi pelapor, lebih banyak disampaikan secara perorangan atau korban langsung. Yakni sebanyak 121 laporan, disusul dengan kuasa hukum 15 laporan, dan inisiatif dari Ombudsman 14 laporan,” jelasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ditangkap! Penusuk Kakak Ipar hingga Tewas di Banjarmasin Selatan
Rutan

Kalsel

Empat Napi Rutan Kelas IIB Tanjung Nikmati Remisi Natal
apahabar.com

Kalsel

Pagi Cerah, Siang Ada Sinyal Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Matnor Ali: Daripada JPO Lebih Baik ‘Pelican Crossing’
apahabar.com

Kalsel

Personel Polsek Anjir Muara Polres Batola Lakukan Patroli KRYD
apahabar.com

Kalsel

Kenang Kades Tewas dengan Luka Tembak, Ketua Asosiasi Kades se-Tabalong: Orangnya Supel
apahabar.com

Kalsel

Mapala Uniska Heboh, Paman Birin Ikut Panjat Tebing
Kawasan PSN Jorong

Kalsel

Jadi Prioritas Pemerintah Pusat, Kualitas Jalan di Kawasan PSN Jorong Akan Ditingkatkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com