Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

4 Hari Hilang, Perempuan Paruh Baya di Kapuas Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

- Apahabar.com     Selasa, 15 Desember 2020 - 19:48 WITA

4 Hari Hilang, Perempuan Paruh Baya di Kapuas Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Korban ditemukan mengapung di dalam parit di area perkebunan kelapa sawit. Foto: Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Setelah 4 hari menghilang, seorang perempuan paruh baya di Kabupaten Kapuas, Kalteng, akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Korban yang diketahui bernama Tumini (60) warga Desa Bumi Rahayu G-4, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, ditemukan mengapung dalam parit di area perkebunan kelapa sawit PT LAK Desa Bumi Rahayu, Senin (14/12).

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang sekuriti saat melakukan patroli diperkebunan kelapa sawit PT LAK. Saat melintas dia mencium aroma tak sedap.

Setelah dilakukan pemeriksaan pada sumber bau tersebut, di temukan sesosok mayat mengapung di dalam parit dengan posisi tengkurap. Selanjutnya sekuriti tersebut melaporkan temuannya itu kepada kepala regu jaga PT LAK.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebetik, melalui Kapolsek Kapuas Murung Iptu Jimin membenarkan adanya laporan penemuan mayat perempuan paruh baya tersebut.

Menuru Iptu Jimin, korban sebelumnya dinyatakan hilang sejak 11 Desember 2020 dan telah dilakukan pencarian oleh pihak keluarga dan masyarakat, namun tak membuahkan hasil.

“Korban diketahui juga mengalami keterbelakangan mental sering pergi dari rumah tanpa memberitahu kepada keluarga dan menurut keterangan anak korban, korban juga menderita penyakit stoke,” terang Iptu Jimin, Selasa (15/12).

Dilanjutkan Iptu Jimin, lokasi kebun inti blok P29/30 Divisi 4 Biawan PT LAK, di Desa Bumi Rahayu tempat ditemukannya jenazah korban merupakan areal sengketa.

“Sehingga tidak ada aktivitas kebun perkebunan di tempat itu, yang mengakibatkan jenazah baru ditemukan setelah beberapa hari,” katanya.

Kapolsek mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan secara kasat mata oleh anak korban dan masyarakat didampingi oleh kepala desa bahwa tidak di temukan adanya tanda tanda kekerasan.

Sehingga anak korban dan masyarakat meminta agar korban bisa langsung dimakamkan dan tidak perlu dilakukan visum maupun otopsi.

“Pihak keluarga yaitu anak korban juga bersedia untuk membuat surat pernyataan mengingat bahwa korban meninggal bukan karena adanya peristiwa pidana,” pungkas Iptu Jimin.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Kurang dari 24 Jam, Polisi Ciduk 3 Pengedar Sabu di Arsel Kobar

Kalteng

Habib Ismail Nakhodai Tenis Meja, Simak Harapan Ketua Harian Koni dan Mantan Ketua PTSMI Kalteng
apahabar.com

Kalteng

PBS di Kapuas Diminta Berpartisipasi Aktif Tangani Karhutla
Kapuas

Kalteng

Setelah Ketua DPRD, Sekda Kapuas Juga Siap Divaksin
Pasien Covid-19

Kalteng

Pasien Covid-19 di Kapuas Tersisa 4 Orang
apahabar.com

Kalteng

Maret, 8 ‘Pendekar’ Pengeroyokan di Kotim Jalani Sidang Adat
apahabar.com

Kalteng

Musnahkan 5 Gram Sabu, Polres Barut Bidik Pemasok dari Kalbar
Kurir Sabu

Kalteng

Diduga Jadi Kurir Sabu, Pria Paruh Baya di Kapuas Ditangkap Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com