Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu

Ada Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19 di Singapura, Dokter: Perlu Dikaji

- Apahabar.com Kamis, 3 Desember 2020 - 19:48 WIB

Ada Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19 di Singapura, Dokter: Perlu Dikaji

Ilustrasi bayi baru lahir. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Baru-baru ini seorang ibu positif Covid-19 melahirkan bayi. Namun sang bayi sehat dan dianggap memiliki antibodi dari penularan virus tersebut.

Bayi itu seorang laki-laki dilahirkan dengan kondisi antibodi Covid-19. Dokter sempat heran sebab sang bayi dalam keadaan sehat.

Menanggapi itu, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr dr Agus Dwi Susanto mengatakan peristiwa ini merupakan hal baru perlu dikaji lebih lanjut, apakah diturunkan dari sang ibu.

“Itu hal baru juga. Bayi dengan antibodi Covid-19,” kata Agus menjawab pertanyaan salam Dialog Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19 yang diadakan di Media Center Gedung BPNB, Kamis (3/12).

Sejauh ini, menurut Agus, memang belum ada bukti transmisi penularan virus corona tipe baru dari ibu hamil ke bayi yang dikandungnya lewat darah.

Namun demikian, ia mengatakan asam ribonukleat (RNA) virus jelas ada di dalam darah yang terinfeksi Covid-19. Sehingga ada potensi RNA itu bisa masuk ke bayi.

“Meski beberapa bulan belum ada kasus seperti itu, sekarang ketemu. Jadi perlu kajian lebih lanjut bahwa antibodi turun dari ibu ke bayi,” ujar dia.

Reuters melaporkan para dokter sedang mempelajari dampak Covid-19 pada wanita hamil dan bayi mereka yang belum lahir di Singapura, di mana bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi awal bulan ini memiliki antibodi terhadap virus tersebut tetapi tidak membawa penyakit tersebut.

Studi yang sedang berlangsung di antara rumah sakit umum negara kota menambah upaya internasional untuk lebih memahami apakah infeksi atau antibodi dapat ditransfer selama kehamilan. Disamping itu juga apakah antibodi menawarkan perisai yang efektif terhadap virus.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan meski beberapa wanita hamil memiliki peningkatan risiko terkena Covid-19 yang parah, belum diketahui apakah wanita hamil yang terinfeksi dapat menularkan virus ke janin atau bayinya selama kehamilan atau persalinan.

Sebelum di Singapura, hal serupa juga terjadi di China dan Italia. Bahkan temuan itu telah dipublikasikan di sejumlah jurnal internasional.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Gantung Diri di Batola, Dirkrimum Polda Kalsel: Anggota Kami

Nasional

2 Bulan dalam Radar KPK, OTT Edhy Prabawo Dipimpin Novel Baswedan
apahabar.com

Nasional

1.048 Peserta Mendaftar Ikut Pawai Tolak Plastik
apahabar.com

Nasional

Efek Corona: Giliran Yamaha-Honda Setop Produksi di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Dua Hari Sempat Turun, Kasus Baru Corona di China Naik Lagi
Perlindungan

Nasional

Menag Bantah Beri Perlindungan Khusus Syiah dan Ahmadiyah

Nasional

Pemerintah Indonesia Upayakan Pemerataan Penerima Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Terdampak Pandemi, Kemendikbud Bantu Sekolah Swasta dengan Dana BOS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com