Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Alhamdulillah, Bayi Kembar Siam Asal Amuntai Berhasil Dioperasi di RSUD Ulin Banjarmasin

- Apahabar.com Rabu, 16 Desember 2020 - 15:03 WIB

Alhamdulillah, Bayi Kembar Siam Asal Amuntai Berhasil Dioperasi di RSUD Ulin Banjarmasin

Proses penyerahan kembali bayi kembar siam dari pihak RSUD Ulin Banjarmasin kepada orangtuanya. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Mata Herman berkaca-kaca. Bahagia campur haru dirasakan pria ini. Bayi kembar siam buah perkawinannya dengan Normal berhasil dioperasi di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Alhamdulillah anak ulun (saya) kedua-duanya selamat. Senang rasanya mereka bisa selamat. Ulun ucapkan terimakasih kepada tim di Rumah Sakit Ulin,” ujar Herman, Rabu (16/12).

Dua bayi mereka sudah dinyatakan sehat, dan diserahkan kembali oleh pihak rumah sakit Ulin untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

“Hari ini diperbolehkan pulang. Semua biaya ditanggung BPJS. Terimakasih banyak atas bantuan semua pihak. Khususnya untuk rumah sakit Ulin,” imbuh Norma.

Dua bayi yang masih belum diberi nama itu sebelumnya dirujuk di usia dua hari dari RS Amuntai ke RSUD Ulin pada 7 Oktober lalu.

Pasalnya, bagian punggung mereka menempel. Tak hanya itu, salah satu dari mereka kondisinya juga tak begitu baik. Kemudian berat badannya juga terus menurun.

“Kedua bayi lahir dengan berat badan 4 kilogram. Berat badan saat datang di ruang Bayi RSUD Ulin turun 3,6 kilogram,” ujar Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati.

Setelah dirawat dan kondisinya dinyatakan membaik, tim tata laksana operasi bayi kembar siam pun mulai bekerja. Ada tiga kali simulasi operasi pada boneka sebelum operasi sesungguhnya dilakukan.

Melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam bukan perkara gampang. Para tim medis dengan jumlah 44 orang, baik dokter dan perawat perlu kerja ekstra untuk melaksanakannya.

“Operasi pemisahan dilakukan pada tanggal 5 Desember 2020. Persiapan operasi dimulai pukul 08.00 Wita dan selesai pada pukul. 13.00 Wita,” beber Ketua Tim Prof Dr. dr Ari Yunanto.

Terlebih operasi dilakukan di masa Pandemi Covid-19. Tentu banyak persiapan yang harus dilakukan. Semua tim medis harus di swab terlebih dahulu.

“Ini operasi pemisahan kembar siam ketiga di dunia yang dilakukan di masa Pandemi,” kata Ari Yunanto.

Keberhasilan operasi ini merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi pihak manajemen RSUD Ulin Banjarmasin. Mengingat ini merupakan yang pertama kali dilakukan.

“Operasi ini merupakan yang pertama di rumah sakit Ulin. Dan ini tentu menjadi suatu kebanggan bagi kami,” tutup Suciati.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Zona

Kalsel

Dampak Libur Panjang, Banjarbaru Kembali Zona Merah!

Kalsel

Tokoh agama Kalsel Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Runtuh di Tabalong, Anggota Kodim 1008 Tanjung Berjaga Dilokasi
apahabar.com

Kalsel

Berikan Bantuan Korban Kebakaran, Ini Harapan Warga Kepada Hj Karmila
apahabar.com

Kalsel

Kepala BNPT Kunjungi Istri Korban Penyerangan Mapolsek Daha
apahabar.com

Kalsel

Ikut Main Logo, Ibnu Sina Minta Permainan Tradisional Dilestarikan
apahabar.com

Kalsel

Lewat Sekolah Pintar, KPU Kalsel Bertekad Didik Pemilih
apahabar.com

Kalsel

Dukung PSBB Banjarmasin, PLN Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com