Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Anggaran Vaksin Covid-19 Rp73 Triliun, Stafsus Presiden: untuk Keberlangsungan NKRI

- Apahabar.com Sabtu, 26 Desember 2020 - 08:32 WIB

Anggaran Vaksin Covid-19 Rp73 Triliun, Stafsus Presiden: untuk Keberlangsungan NKRI

Vaksin Sinovac.. Foto-BNPB

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah sudah menggelontorkan dana Rp73 triliun untuk pengadaan vaksin Covid-19.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman menyebut, anggaran pengadaan vaksin Covid-19 sebesar Rp73 triliun merupakan investasi untuk keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia enggan mengatakan bahwa negara menggelontorkan Rp73 triliun tersebut sebagai biaya anggaran untuk vaksin Covid-19 yang diberikan gratis kepada masyarakat.

Menurut dia, anggaran Rp73 triliun tersebut merupakan investasi untuk masa depan kehidupan manusia Indonesia.

“Ini bukan biaya (cost), tapi ini adalah investasi untuk masa depan kehidupan manusia Indonesia, investasi untuk masa depan keberlangsungan NKRI, dan investasi untuk masa depan kehidupan umat manusia. Semoga Tuhan YME melindungi kita semua,” ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, memperkirakan anggaran program vaksin Covid-19 di 2021 mencapai Rp73 triliun. Anggaran tersebut disiapkan pemerintah agar setidaknya 70% masyarakat di Indonesia menerima vaksinasi.

“Pemerintah menganggarkan untuk vaksinasi yang tentu dari pembahasan itu kisarannya antara Rp63 sampai Rp73 triliun yang untuk disiapkan vaksinasi,” kata Airlangga dalam diskusi virtual ‘Outlook 2021 : Wajah Indonesia Setelah Pandemi’, Kamis 24 Desember 2020.

Lanjutnya vaksinasi masyarakat akan terasa aman dan tingkat kepercayaan mereka menjadi lebih tinggi. Sehingga, masyarakat tidak lagi takut untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

“Yang jelas kehadiran pemerintah untuk pengadaan vaksin agar masyarakat seluruhnya bisa dicapai yang namanya immunity 70%,” imbuhnya, kutip Okezone.

Dia menambahkan ekonomi akan tumbuh ketika ada aktivitas atau mobilitas dari masyarakat. Jika aktivitas tersebut tidak terjadi, maka pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terdorong.

“Karena ekonomi itu kaitannya dengan mobilitas. Saat mobilitas menurun tentu kegiatan ekonomi juga menurun tetapi pada saat mobilitas yang aman kegiatan ekonomi meningkat itulah yang didorong oleh pemerintah,” tuturnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Diundang Raja Salman ke Arab Saudi
apahabar.com

Nasional

Cair 25 Agustus, Karyawan Calon Penerima Bantuan Wajib Penuhi Syarat Ini
apahabar.com

Nasional

Hari Disabilitas 2018: Anak-Anak Tunadaksa di Banjarmasin Belum Terlayani secara Khusus
apahabar.com

Nasional

Ratusan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur di Pantai Selatan Kabupaten Gunung Kidul
apahabar.com

Nasional

Uji Materi UU Penyiaran, Ahli: OTT Perlu Diatur Negara
apahabar.com

Nasional

Pembeli Elpiji 3 Kg akan Ditandai Tinta di Jari
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 5.249 Pasien Sembuh, 21.745 Positif
apahabar.com

Nasional

Indonesia Akan Dilanda Gelombang Panas Ekstrem Itu Hoaks
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com