Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

AS Tidak Perpanjang Tenggat Waktu untuk TikTok

- Apahabar.com Sabtu, 5 Desember 2020 - 14:31 WIB

AS Tidak Perpanjang Tenggat Waktu untuk TikTok

Tik tok. Foto-merdeka.com

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak menyetujui permintaan ByteDance yang mengiginkan perpanjangan waktu untuk membahas rencana divestasi operasional TikTok di negara tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump semula memberikan tenggat waktu selama 90 hari sejak mengeluarkan perintah pada Agustus lalu.

Tenggat waktu untuk memecah opersional TikTok ini kemudian diperpanjang 15 hari, lalu tujuh hari lagi, yang semestinya jatuh pada 12 November lalu.

Pekan lalu, Komite Investasi Asing AS (CFIUS) memberikan perpanjangan waktu selama 7 hari lagi, hingga Jumat (4/12) waktu setempat.

Dua narasumber Reuters mengatakan pembahasan soal kesepakatan bisnis ini akan tetap dilanjutkan.

Perintah Presiden Trump pada Agustus lalu memberikan kuasa pada Departemen Kehakiman untuk langkah lanjutan terhadap ByteDance, perusahaan induk TikTok. begitu tenggat waktu lewat. Departemen Kehakiman belum memberikan pernyataan atas isu ini.

Sementara TikTok, menolak untuk berkomentar.

Perwakilan Departemen Keuangan menyatakan bahwa CFIUS berkomunikasi dengan ByteDance untuk menyelesaikan divestasi dan langkah lainnya terkait keamanan nasional.

Pemerintah AS menuduh TikTok memberikan data pengguna di AS ke China, tuduhan yang kemudian disangkal oleh TikTok.

ByteDance selama beberapa bulan belakangan ini membahas rencana divestasi operasional di AS dengan Walmart Inc dan Oracle Corp.

Pekan lalu, ByteDance membuat proposal baru yang menyoroti kekhawatiran pemerintah AS. Sebelumnya, mereka sudah mengajukan empat proposal, salah satunya mengenai rencana perusahaan baru yang sepenuhnya dimiliki Walmart, Oracle dan investor ByteDance di AS.

Perusahaan ini, yang disebut bernama TikTok Globa, akan menangani data pengguna dan moderasi konten di AS.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Debat Capres AS Putaran Kedua Dibatalkan, Trump Tolak Format Virtual
apahabar.com

Internasional

Peneliti Oxford Kembangkan Tes Dapat Deteksi Covid-19 dalam 5 Menit
apahabar.com

Internasional

Dituding Berada di Balik Virus Corona, Simak Jawaban Bill Gates
apahabar.com

Internasional

UPDATE Terkini Kondisi Presiden Donald Trump Pascadiberi Oksigen dan Dua Dosis Obat Remdesivir
apahabar.com

Internasional

Google dan Apple Hilangkan Palestina dari Peta, Cek Faktanya
apahabar.com

Internasional

Gunakan Pesawat Carter, 502 WNI Dideportasi dari Kuala Lumpur
apahabar.com

Internasional

Beda dengan Prancis, Rusia Tidak Akan Izinkan Media Anti-Islam
presiden

Internasional

Biden Berkuasa, Warga dari Negara Ini Dilarang Masuk AS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com