Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus Dua Rumah di Anjir Muara Batola Terbakar, Penyebab Dalam Penyelidikan

Aturan Distribusi Vaksin Covid-19 Ditarget Rampung Pekan Depan

- Apahabar.com Senin, 7 Desember 2020 - 11:42 WIB

Aturan Distribusi Vaksin Covid-19 Ditarget Rampung Pekan Depan

Ilustrasi vaksin Covid-19 Sinovac asal China. Foto-AFP/NOEL CELIS

apahabar.com, JAKARTA – Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan aturan distribusi vaksin Covid-19 Sinovac bagi masyarakat akan rampung dalam satu sampai dua minggu ke depan.

Aturan ini, katanya, membagi soal distribusi vaksin yang akan dibagikan melalui dua skema. Pertama, secara gratis. Kedua, berbayar secara mandiri.

“Aturan rinci untuk kedua skema tersebut akan segera diterbitkan dalam satu sampai dua minggu ke depan,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual terkait kedatangan vaksin Covid-19 kutip CNN Indonesia, Senin (7/12).

Secara total, pemerintah sudah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin covid-19. Vaksin datang dari Sinovac, perusahaan farmasi China.

Rencananya, pembagian vaksin akan dilakukan secara bertahap ke masyarakat. Mulanya, vaksin akan diberikan ke sasaran prioritas, seperti tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin Dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (covid-19).

Selain itu juga tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 98 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19.

Sementara untuk waktu pembagian vaksin, Airlangga bilang masih perlu menunggu beberapa hal. Pertama, evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tujuannya untuk memastikan aspek mutu, keamanan, dan efektivitasnya.

Kedua, menunggu fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Selain itu juga menunggu fatwa MUI untuk aspek kehalalannya,” tandasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Akhir November 2020, Pemerintah Rencanakan Vaksinasi Covid-19 Bagi 9,1 Juta Orang
apahabar.com

Nasional

Teror Virus Corona Tak Kurangi Minat Jemaah Ibadah Umrah
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta NU Ikut Tangkal Hoaks dan Fitnah
apahabar.com

Nasional

Data 3,5 Juta Rekening Penerima Subsidi Gaji Sudah Masuk
apahabar.com

Nasional

Dijamu Raja Salman, Presiden Jokowi Disuguhi Nasi Mandhi

Nasional

Pemerintah Tak Larang Mudik Lebaran, Pengusaha Bus Semringah
apahabar.com

Nasional

Polisi Mulai Temukan Titik Terang Kasus Pembunuhan Editor Metro TV
apahabar.com

Nasional

Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 2.897, Kini Sudah 406.945
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com