Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan 13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel

Aturan Distribusi Vaksin Covid-19 Ditarget Rampung Pekan Depan

- Apahabar.com Senin, 7 Desember 2020 - 11:42 WIB

Aturan Distribusi Vaksin Covid-19 Ditarget Rampung Pekan Depan

Ilustrasi vaksin Covid-19 Sinovac asal China. Foto-AFP/NOEL CELIS

apahabar.com, JAKARTA – Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan aturan distribusi vaksin Covid-19 Sinovac bagi masyarakat akan rampung dalam satu sampai dua minggu ke depan.

Aturan ini, katanya, membagi soal distribusi vaksin yang akan dibagikan melalui dua skema. Pertama, secara gratis. Kedua, berbayar secara mandiri.

“Aturan rinci untuk kedua skema tersebut akan segera diterbitkan dalam satu sampai dua minggu ke depan,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual terkait kedatangan vaksin Covid-19 kutip CNN Indonesia, Senin (7/12).

Secara total, pemerintah sudah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin covid-19. Vaksin datang dari Sinovac, perusahaan farmasi China.

Rencananya, pembagian vaksin akan dilakukan secara bertahap ke masyarakat. Mulanya, vaksin akan diberikan ke sasaran prioritas, seperti tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin Dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (covid-19).

Selain itu juga tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 98 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19.

Sementara untuk waktu pembagian vaksin, Airlangga bilang masih perlu menunggu beberapa hal. Pertama, evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tujuannya untuk memastikan aspek mutu, keamanan, dan efektivitasnya.

Kedua, menunggu fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Selain itu juga menunggu fatwa MUI untuk aspek kehalalannya,” tandasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kunjungi Gamchoen Busan, Jokowi: Bisa Jadi Inspirasi Kepala Daerah
apahabar.com

Nasional

Dibuka Siang Ini, Begini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 5
apahabar.com

Nasional

Perkebunan Teh Menoreh Kedatangan Guru Besar Korsel dan Kamboja
apahabar.com

Nasional

Demi Keadilan, Rizieq Rela Dipenjara untuk 6 Laskar FPI yang Tewas
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Anjurkan Silaturahim Virtual Saat Lebaran
apahabar.com

Nasional

Indo Barometer: Jokowi Ungguli Prabowo dengan Selisih 19,8 Persen
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota ke Kalimantan, Kodam VI Mulawarman Prioritaskan Rekrut Putra Daerah
apahabar.com

Nasional

Layaknya UAS, Ustaz Riza Muhammad Juga Dicekal di Hong Kong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com