Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Balai Karantina Pertanian Gelar Sosialisasi UU tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan

- Apahabar.com     Selasa, 15 Desember 2020 - 16:43 WITA

Balai Karantina Pertanian Gelar Sosialisasi UU tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan

Sosialisasi dan koordinasi dalam penegakkan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan di Hotel Aria Barito Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin menyelenggarakan sosialisasi dan koordinasi dalam penegakkan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Hotel Aria Barito Banjarmasin, Selasa (15/12).

Ini menjadi upaya peningkatan pengetahuan kepada masyarakat dan sinergisitas antar-instansi terkait.

“Kewajiban dari pengguna jasa atau penyelenggara alat angkut, wajib melaporkan komoditas yang dibawanya kepada balai karantina,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin, Nur Hartanto kepada apahabar.com.

Disebutkan dalam pasal 29, pemilik alat angkut wajib melaporkan muatannya pada pejabat karantina. Sebab, ada sanksi administratif apabila tidak melaporkan.

“Untuk itu pelabuhan karantina perlu bersinergi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), supaya pelaporan itu bisa lancar dilaksanakan oleh pihak pelayaran,” lanjutnya.

Pengawalan juga dilakukan pada UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, agar pelaporan dan sanksi dapat terlaksana dengan baik.

Demikian juga dengan kewajiban pemusnahan sampah dari alat angkut yang terkontaminasi Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), Balai Karantina harus berkoordinasi dengan pengelola tempat pemasukan seperti PT Pelindo.

“Sehingga bisa bersama-sama mencegah terjadinya penyebaran penyakit hewan dan tumbuhan ke Kalsel ini. Di masa pandemi, jangan sampai adanya sampah alat angkut yang berpotensi membawa penyakit,” imbuhnya.

Pada sosialisasi ini, Balai Karantina Pertanian juga bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam rangka penegakkan peraturan perkarantinaan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan sinergi dengan semua stakeholder dalam rangka melindungi negeri.

“Apabila pelaksanaan pemusnahan tidak dilaksanakan penyelenggara alat angkut dikenakan sanksi pidana hingga 6 tahun. Kita perlu kerja sama dengan penyidik Polda Kalsel supaya upaya penyelidikan bisa berjalan dengan lancar, ” pungkasnya

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Covid-19 asal Mantewe

Kalsel

Inalillahi, Pasien Covid-19 asal Mantewe Tanbu Tutup Usia
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Kalsel Hari Ini; Siang Hujan, Malam Berpayung Awan
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta Letakan Batu Pertama Pembangunan Mess Bintara Remaja Direktorat Samapta
apahabar.com

Kalsel

Temu Penyuluh Pertanian, Bupati dan Wakil Harapkan SDM di HST Unggul
Kalsel

Banjarbaru

BMKG Banjarbaru: 25 Persen Wilayah Kalsel Masuk Musim Kemarau
Covid-19

Kalsel

Kabar Baik, 19 Orang Warga Kotabaru Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Ringankan Beban Masyarakat, Yayasan Haji Maming Gelar Sunatan Massal Gratis

Kalsel

Mabuk Lem, Seorang Pemuda Bakar Motor Warga di Kelayan B
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com