Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Bangunan Rumah Walet di Kapuas Ambruk, Satu Korban Luka-luka

- Apahabar.com Kamis, 10 Desember 2020 - 21:23 WIB

Bangunan Rumah Walet di Kapuas Ambruk, Satu Korban Luka-luka

Bangunan rumah walet di Kelurahan Hampatung Kabupatem Kapuas yang ambruk. Foto-apahabar.com/Irfan

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Masyarakat Kelurahan Hampatung, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalteng, digegerkan dengan ambruknya sebuah bangunan rumah walet.

Ambruk bangunan rumah yang diatasnya dijadikan sebagai bangunan sarang burung walet tersebut terjadi pada, Rabu (9/12), sekitar pukul 15.00 Wib.

Dalam kejadian itu, terdapat satu orang korban luka bernama Deni karena tertimpa reruntuhan kayu bangunan.

Saat dijumpai apahabar.com, Kamis (10/12), Deni menceritakan saat kejadian dirinya sedang tertidur lelap sendirian di dalam rumah walet tersebut.

“Saat itu saya sedang tidur di kasur, tiba-tiba badan saya tertarik ke samping dan tertimpa kayu runtuhan bangunan,” katanya.

Dilanjutkan Deni, ketika kayu bangunan itu menimpanya, dirinya saat itu masih sadar dan berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari himpitan kayu bangunan yang menimpanya tersebut.

Atas kejadian itu, Deni sempat tidak sadarkan diri karena mengalami luka-luka dibagian kepala, wajah, punggung belakang dan kakinya hingga dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Saya berusaha keluar dari himpitan kayu yang menimpa saya. Setelah berhasil keluar saya pun langsung pingsan tak sadarkan diri,” terang Deni.

Deni pun tak menyangka kalau bangunan rumah yang sudah berusia 10 tahun itu ambruk, karena sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda maupun angin kencang dan cuaca saat itu masih cerah.

“Tidak ada bunyi sebelumnya, juga hari tidak hujan dan angin kencang juga tidak ada. Mungkin karena kayu-kayu bangunannya sudah lapuk sehingga ambruk,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Muara Teweh Digoyang Gempa 3.5 Magnitude, Kedalaman 10 Km
apahabar.com

Kalteng

5 Hari Berturut, 5 Kabupaten di Kalteng Nihil Kasus Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Menimbang Koalisi PDIP, Demokrat dan PKS di Pilkada Kalteng
apahabar.com

Kalteng

CSR PT SMM,102 Anak Ikut Khitanan Massal di Teweh Tengah
Kapuas

Kalteng

Kerusakan Jalan Jembatan Panjang di Kapuas Akhirnya Diperbaiki
apahabar.com

Kalteng

Hore, 12 Pasien Covid-19 Sembuh di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Tabrakan Horor di Teweh, Pemotor Meninggal di Tempat
apahabar.com

Kalteng

Geger Penemuan Bayi di DAS Kahayan Palangka Raya, Polisi Langsung Evakuasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com