Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi

Bank Dunia Sorot Ketimpangan Akses Pangan di Indonesia

- Apahabar.com Kamis, 17 Desember 2020 - 17:13 WIB

Bank Dunia Sorot Ketimpangan Akses Pangan di Indonesia

Bank Dunia menyorot ketimpangan akses pangan di Indonesia. Foto-Ilustrasi/Antara

apahabar.com, JAKARTA – Bank Dunia (Word Bank) menyoroti ketimpangan akses pangan di Indonesia.
Country Director Word Bank untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen menyebut masalah fundamental ketahanan pangan di RI bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga keterjangkauan.

Menurut Kahkonen terjadi ketidakseimbangan pangan di Indonesia karena dinikmati oleh kelompok mampu saja dan tidak bisa diakses untuk kelompok miskin. Ini artinya, masyarakat golongan berpendapatan rendah mengalami food insecurities atau kerawanan pangan.

“Saat ini tantangan keamanan pangan di Indonesia juga tentang keterjangkauan dan ketersediaan makanan bergizi,” kata dia pada press conference, kutip CNN Indonesia, Kamis (17/12).

Lebih lanjut, ia bilang masalah pangan hanya dapat diatasi jika memberikan perhatian kepada seluruh rantai pasokan dari petani hingga ke pembeli.

Dia berpesan kepada pemerintah agar tidak berfokus di tingkat pertanian dan produksi saja, namun sampai ke perdagangan dan daya saing ketika pangan masuk ke dalam pasar.

“Masalah keamanan pangan perlu diperhatikan bukan hanya di tingkat pertanian dan produksi, tapi juga perdagangan dan juga daya saing di pasar,” imbuhnya.

Kahkonen menilai pandemi corona mengangkat masalah pangan ke permukaan. Hal ini memberi kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan transformasi di bidang pangan demi memastikan keterjangkauan kepada semua golongan masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya bagi petani untuk melakukan diversifikasi pangan. Pasalnya, permintaan makanan bergizi khususnya di perkotaan kian menanjak.

Indonesia yang selama ini bertumpu pada tanaman makanan pokok seperti beras harus mulai melakukan aneka ragam agrikultur.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pengumuman! Pemerintah Bakal Rombak Habis Sistem Gaji dan Pangkat PNS
Kejagung

Nasional

Dijamin Istri, Buruh Tersangka Kebakaran di Kejagung RI Tak Ditahan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Pengusaha Pertahankan Pekerja
apahabar.com

Nasional

Kalteng Berbenah untuk Hadapi Rencana Pemindahan Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Bus Sekolah DKI Evakuasi 1.973 Pasien Covid-19 ke Sejumlah Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Jenis Kanker Otak Ini yang Ternyata Diderita Agung Hercules
apahabar.com

Nasional

Gempa 3,1 SR Kembali Guncang Mamasa
apahabar.com

Nasional

Imlek 2019, Angin Segar untuk Pria Jomlo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com