Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Begal Jadi Tren, Kasus Curas di Kalsel Naik 46,96 Persen Selama 2020

- Apahabar.com Senin, 21 Desember 2020 - 16:16 WIB

Begal Jadi Tren, Kasus Curas di Kalsel Naik 46,96 Persen Selama 2020

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto penyampaian press release akhir tahun, Senin (21/12). Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Masih ingat kasus begal sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Tanah Laut yang ditangani Polda Kalsel?

Kasus ini cukup menggemparkan warga di Banua pada tahun ini. Menjadi sorotan publik lantaran pelaku tak segan menghabiskan nyawa korbannya.

Nah, rupanya kasus kejahatan pidana kategori pencurian dengan kekerasan (curas) dimana begal masuk di dalamnya menjadi tren di 2020. Angkanya naik hampir 50 persen dari 2019 lalu.

Meminjam data dari Polda Kalsel, tindak pidana curas yang termasuk dalam kejahatan konvensional ini sepanjang 2020 terjadi sebanyak 97 kasus.

Sementara dibanding di 2019 hanya 66 kasus. Dengan kata lain, ada kenaikan 33 kasus atau 46,96 persen kejahatan kategori curas.

“Ini mungkin warning bagi patroli di jalan. Dimana curas ini menjadi tekanan. Ada kenaikan 33 kasus. Cukup besar kenaikannya,” ujar Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto penyampaian press release akhir tahun, Senin (21/12).

Selain curas, kejahatan konvensional laon yang mengalami kenaikan yakni penyalahgunaan senjata tajam. Kendati demikian angkanya tak terlalu signifikan.

Pada 2020 angka kejahatan penyalahgunaan senjata tajam sebanyak 319 kasus, sementara di 2019 hanya 294 kasus. Atau naik 25 kasus atau 8,50 persen.

“Ada dua kasus naik, sajam sama curas. Di kejahatan konvensional ini,” kata Jendral polisi bintang dua ini.

Kendati demikian, secara umum ujar Rikwanto, dari empat jenis kejahatan konvensional, transnasional, kekayaan negara dan kontijensi di Kalsel pada 2020 mengalami penurunan.

Jumlah kejahatan pidana secara keseluruhan dari empat jenis tersebut terjadi hanya 5.411 kasus. Sementara di 2019 lalu sebanyak 6.275 kasus. Turun 764 kasus atau 12,17 persen.

“Ini apa karena polisinya sangat aktif untuk Kamtibmas, sangat aktif dalam penegakan hukum sehingga turun. Atau memang pelaku-pelakunya sudah ditangkap sehingga kurang. Nanti kita evaluasi,” imbuh Rikwanto.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mengantuk, Tiang Listrik di Skip Lama Ditabrak hingga Roboh
apahabar.com

Kalsel

Kabupaten Banjar Dukung Gerakan Indonesia Bersih
apahabar.com

Kalsel

Gelar Salat Hajat, Mitra TNI-POLRI Harapkan Pemilu Damai
apahabar.com

Kalsel

Jasad di Kebun Sawit Kotabaru Diduga Korban Pembunuhan
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Covid-19 di Tapin, Kerumunan Warga Dibubarkan
apahabar.com

Kalsel

Gara-Gara Pesan Mesum, Pencabulan Siswi di Kotabaru Terbongkar
apahabar.com

Kalsel

Pipa PDAM Bandarmasih Kembali Bocor, Dua Wilayah Terdampak
apahabar.com

Kalsel

Terhalang Kayu, Tim SAR Evakuasi Korban Keempat Longsor di Pumpung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com