Putus Gegara Banjir, Jembatan Mataraman Ditarget Bisa Dilewati Sore Ini Banjar Kebanjiran, Duh Buaya Sungai Tabuk Ditinggal Pemilik Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin

Berstatus Siaga, BPPTKG Sebut Aktivitas Seismik Gunung Merapi Masih Tinggi

- Apahabar.com Jumat, 4 Desember 2020 - 22:16 WIB

Berstatus Siaga, BPPTKG Sebut Aktivitas Seismik Gunung Merapi Masih Tinggi

Gunung Merapi terlihat dari kawasan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, Rabu (18/11/2020). Foto-Antara/Andreas Fitri Atmoko/aww

apahabar.com, YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan bahwa aktivitas seismik Gunung Merapi selama periode pengamatan 27 November-3 Desember 2020 masih tinggi.

“Secara mingguan data ini sedikit menurun namun ini masih dalam nilai yang fluktuatif tinggi,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida saat menyampaikan penjelasan aktivitas Gunung Merapi secara virtual, dilansir Antara, Jumat (4/12).

Menurut Hanik, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta akan terlihat penurunan aktivitas seismik itu antara lain ditunjukkan dengan perbandingan intensitas kegempaan di Gunung Merapi yang relatif lebih rendah dari pengamatan pada pekan sebelumnya.

Ia menyebutkan Gempa Vulkanik Dangkal (VTB) selama sepekan tercatat sebanyak 236 kali atau menurun dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 277 kali, gempa fase banyak (MP) sebanyak 2.128 kali turun dari sebelumnya 2.464 kali, gempa guguran (RF) 289 kali turun dari sebelumnya 340 kali, gempa hembusan 330 kali menurun dari sebelumnya 541 kali.

Selain kegempaan, data pengamatan deformasi juga menunjukkan tren menurun. Dari total pemendekan jarak tunjam pada pekan sebelumnya sebanyak 78 cm menurun menjadi 74 cm.

“Dalam satu minggu memang ada kecenderungan menurun sedikit tetapi masih tinggi untuk ukuran aktivitas Merapi,” kata dia.

Mengingat aktivitas seismik masih pada level yang tinggi, menurut Hanik, potensi Gunung Merapi mengalami erupsi masih ada. “Selama masih setinggi ini potensi untuk erupsi masih ada,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso menambahkan bahwa aktivitas seismik perlu dilihat secara menyeluruh.

Jika dalam sepekan cenderung mengalami penurunan, menurutnya, hal itu bisa menjadi indikasi bahwa tidak ada peningkatan aktivitas yang tajam.

“Sehingga probabilitas aktivitas menjadi seperti erupsi 2010 menjadi kecil. Sedangkan pola yang tinggi namun mendatar seperti pola erupsi efusif 2006 dan melihat nilai volumenya yang tinggi [erupsi] bisa lebih besar dari 2006,” kata Agus.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

1.180 Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Sembuh
apahabar.com

Nasional

Caleg Tersandung Money Politics di Banjarmasin, Gerindra Pasrah!
apahabar.com

Nasional

Seruan New Normal, Simak Lima Arahan Presiden Jokowi
apahabar.com

Nasional

Pilot Pingsan, Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Bandara El Tari Kupang

Nasional

Presiden Jokowi Sambut Baik Kerja Sama ASEAN Travel Corridor Agreement
apahabar.com

Nasional

Bertemu di Istana Bogor, Jokowi dan Pimpinan MPR Bicarakan RUU HIP
apahabar.com

Nasional

Kasus Gilang ‘Bungkus’, Polisi Ungkap Sederet Kendala
apahabar.com

Nasional

Belasan Tahun Dicabuli Ayah Kandung, Mawar Kerap Diintimidasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com