Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu 6 Kg di Samarinda dan Balikpapan Banjarmasin Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Banjir, Kecamatan Timur Terparah! Resmi! Banjarmasin Berlakukan Pembatasan Transisi Mulai Hari Ini Dear Korban Banjir Kalsel, Posko untuk Gugat Gubernur Sahbirin Segera Dibuka! Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action

Bikin Macet, Uang Rp 94 Juta Berceceran di Tengah Jalan, Ternyata…

- Apahabar.com Jumat, 25 Desember 2020 - 12:21 WIB

Bikin Macet, Uang Rp 94 Juta Berceceran di Tengah Jalan, Ternyata…

Sejumlah orang memungut uang yang tercecer di salah satu jalan. Foto-Instagram

apahabar.com, BALI – Sebuah video amatir menampilkan sejumlah orang tengah memungut banyak lembaran uang yang tercecer di salah satu jalan di Bali.

Video itu diambil oleh seorang pengguna mobil. Nampak 3-4 orang bergantian memungut uang tersebut untuk dikumpulkan.

Uang itu berhamburan di tengah jalan, persis di antara belakang truk dan mobil perekam video.

Sementara dari arah jalan berlawanan nampak truk besar berwarna oranye.

Vidoe itu viral sejak diunggah akun @ndorabeii, tiga jam lalu. Bahkan sudah ditonton oleh 107.719 nitizen.

Dalam unggahannya itu, keterangan tertulis uang Rp94 jatuh berceceran picu kemacetan di Baturiti Bali.

Sejumlah nitizen mengira video itu hoax. “Saya kira hoax korban lapor di polsek dengan penduan uang jatuh tercecer saat anaknya mengambil topi di dalam tas,” tulis cahyononisa dalam kolom komentar.

Ternyata, video itu benar adanya. Peristiwa uang tercecer itu terjadi di Baturiti, Bali, Rabu (23/12).

Belakangan diketahui, pemilik uang tersebut. Menyusul adanya laporan warga bernama Kadek Redi Areni (31) ke Polsek Baturiti.

Redi, seperti dikutip Radar Bali, kepada polisi, Kadek mengaku kehilangan uang tunai sebesar Rp 94.188.000.

Polisi sendiri telah melakukan rekonstruksi ulang di lokasi yang diduga hilangnya uang korban. Tepatnya di daerah Bedugul, Baturiti Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Rabu.

Gelar perkara mencocokkan hasil dari rekonstruksi ulang, keterangan korban, saksi dan termasuk anak korban dan pihak perusahaan PT Manohara Asri tempat bekerja korban.

“Bahwa uang sebesar Rp 94.188.000 memang benar hilang tercecer ketika korban berangkat menyetor uang dari rumahnya di Banjar Dinas Pancoran, Desa Panji Anom, Sukasada, Buleleng menuju Badung,” ujar Kapolsek Baturiti AKP Fahmi Hamdani.

Dia juga menjelaskan dari beberapa saksi (warga) yang berada di sekitar diduga hilang uang korban Kadek Redi Areni.

Warga menyatakan ada melihat uang berjatuhan di jalan. Uang yang terjatuh dan tercecer itu dalam bentuk pecahan Rp 20 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Dari keterangan saksi, sempat melihat seseorang yang mengendarai mobil pickup berhenti di tengah jalan.

Disamping itu, ada beberapa pengguna jalan lainnya mengambil uang jatuh tercecer tersebut.

Selain itu dari keterangan saksi warga sempat terjadi kemacetan lantaran uang tersebut tercecer ditengah jalan dan diambil oleh pelintas jalur Singaraja- Denpasar.

“Termasuk bukti lainnya sudah ada warga yang memungut uang korban mengembalikan uang korban yang tercecer berjatuhan. Nilainya sebesar Rp 700 ribu,” bebernya.

Selain itu pihaknya sudah meminta keterangan saksi dari anaknya korban, suami korban, pihak perusahaan.

Diakui AKP Fahmi dari keterangan korban memang sudah lama bekerja sebagai sales makanan ringan di PT. Manohara Asri.

Setiap hari Senin sampai Kamis korban mengumpulkan uang hasil makanan ringan. Baru kemudian Jumat dan Sabtu menyetorkan uang.

Namun, karena Jumat masih mengumpulkan hasil uang makanan ringan yang dijual korban, sehingga penyetoran uang pada Sabtu. Nahas, saat menyetorkan uang Sabtu (19/12) ke perusahaan, korban kehilangan uang tersebut.

AKP Fahmi melanjutkan, atas hilangnya uang tersebut korban telah melaporkan kepada perusahaan dan bersedia bertanggung jawab ke perusahaan untuk mengembalikan uang.

Korban akan mengembalikan uang sekitar Rp 63,7 juta. Sementara sisa uang Rp 30 juta merupakan milik korban.

Rencananya uang tersebut akan digunakan korban untuk membeli bahan material bangunan. Karena korban sedang membangun rumah.

Perusahaan tersebut pun telah memberikan kelonggaran terhadap korban. Lantaran melihat track record dari korban.

Di mana korban yang sudah lama bekerja di perusahaan PT Manohara Asri tidak memiliki cacat atau bandel yang melakukan pelanggaran terhadap perusahaan.

“Kami di Polsek belum diminta sebagai mediator atau penengah. Artinya sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak (korban dan perusahaan),” ujar AKP Fahmi.

“Kalau untuk bagaimana cara korban membayarnya. Itu ranah dari korban dengan perusahaan entah dicicil atau tidak,” lanjut dia.

“Namun, kami di kepolisian tetap melakukan pengembangan kasus ini. Dan tetap mencari orang-orang yang memungut uang tersebut,” paparnya.

Mengenai lokasi hilang uang korban, kata AKP Fahmi, pihaknya menduga mulai dari Jalan shortcut Bedugul yang berada hingga lokasi desa Baturiti jalan Singaraja-Denpasar.

Karena korban sebelum kehilangan uang sempat membeli bensin di SPBU yang berada di daerah Candi Kuning. Kemudian korban sempat istirahat beli kopi di daerah Bedugul.

“Nah, ketika kembali melanjutkan perjalanan, anak korban lupa menutup resleting tas. Kemudian saat berjalan tas ditaruh pada bagian punggung. Bisa saja saat itu uang tersebut jatuh dan tercecer dan tertiup angin ketika mengendarai motor,” pungkasnya.

 

 

 

 

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mataram Arahkan Dana Kelurahan untuk Pengurangan Kemiskinan

Nasional

Hari Ini Covid-19 Indonesia Bertambah 4.301, Maluku, Riau dan Gorontalo Nihil Kasus
apahabar.com

Nasional

Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Nduga Dievakuasi dari Timika
apahabar.com

Nasional

Anggota DPR 2019-2024 Diminta Perkuat Keberadaan KPK
apahabar.com

Nasional

Pesawat C-130 Hercules Jatuh di Papua, Cek Faktanya
apahabar.com

Nasional

Pasca-Banjir Bandang, Tanggap Darurat Sulsel hingga 29 Januari
apahabar.com

Nasional

Blusukan ke Duta Mall, Jokowi Sebut Siap Balas Kekalahan 2014
apahabar.com

Nasional

Dukung ISIS, Bos Geng Kriminal AS Diadili
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com