BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi

BPPTKG Sebut Konsentrasi Gas CO2 Gunung Merapi Meningkat

- Apahabar.com Selasa, 1 Desember 2020 - 00:38 WIB

BPPTKG Sebut Konsentrasi Gas CO2 Gunung Merapi Meningkat

Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (18/11/2020). Foto-Antara/Andreas Fitri Atmoko/aww via Tirto.id

apahabar.com, YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan bahwa konsentrasi gas CO2 di Gunung Merapi mulai mengalami peningkatan.

Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah sudah berstatus Siaga.

“Konsentrasi gas CO2 meningkat menjadi 675 ppm [bagian per juta],” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta seperti dilansir Antara, Senin (30/11).

Hanik mengatakan pemantauan gas dari stasiun VOGAMOS (Volcanic Gas Monitoring System) di Lava 1953 di Gunung Merapi menunjukkan nilai gas CO2 (ppm) dengan interval waktu setiap lebih kurang tiga jam untuk pengambilan data.

Selama awal November hingga 20 November 2020 konsentrasi CO2 menunjukkan nilai yang cukup konstan, yaitu rata-rata 525 ppm.

“Setelah periode tersebut hingga akhir bulan ini menunjukkan peningkatan [CO2] hingga nilai maksimal sebesar 675 ppm,” kata dia.

Peningkatan gas CO2 di Gunung Merapi, menurut dia, menjadi salah satu indikator peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang kini telah berstatus Siaga.

Data pemantauan ini juga menunjukkan proses desakan magma menuju permukaan.

Selain konsentrasi gas, menurut dia, indikator peningkatan aktivitas vulkanik lainnya adalah kegempaan internal di tubuh gunung itu yang meningkat mencapai 400 kali per hari.

Ia menyebutkan selama November kegempaan Gunung Merapi tercatat 1.069 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 9.201 kali gempa fase banyak (MP), 29 kali gempa low frekuensi (LF), 1.687 kali gempa guguran (RF), 1.783 kali gempa hembusan (DG), dan 39 kali gempa Tektonik (TT).

“Intensitas kegempaan pada bulan ini 2-5 kali lebih tinggi dibandingkan bulan Oktober yang lalu,” kata dia.

Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara pada bulan ini, menurut Hanik, juga menunjukkan adanya perubahan morfologi sekitar puncak yakni runtuhnya sebagian kubah Lava1954.

Sedangkan berdasarkan analisis foto drone pada 16 November 2020, teramati adanya perubahan morfologi dinding kawah akibat runtuhnya lava lama, terutama Lava1997 (Selatan), Lava1998, Lava1888 (Barat) dan Lava1954 (Utara).

“Belum teramati kubah lava baru,” kata dia.

Selain itu, ia mengatakan deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan diukur menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada bulan ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 11 cm/hari.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.

Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

SBY Setia Temani Sang Istri yang ‘Melawan’ Kanker Darah
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 169.195 Orang, 122.802 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Gempa Banten 7,4 SR, Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Ibnu Sina: Ustaz Arifin Ilham Teladan Umat Islam
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Kominfo Cabut Pembatasan Medsos
Kalsel Juga Indonesia

Nasional

Terharu! Kalsel Juga Indonesia Trending Topik di Twitter
apahabar.com

Nasional

Ria Winata Tolak Keras Ajakan Makan Siang Rp50 Juta dan Range Rover
apahabar.com

Nasional

Polisi Tahan Tri Susanti, Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com