PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru La Nina, Wilayah Pesisir Kalsel Jadi Atensi Khusus Jelang Piala AFF 2021, Evan Dimas Tetap Kapten Timnas Indonesia

Bukan Pilihan Utama, Atap Daun Rumbia dari Anjir Muara Batola Tetap Diminati

- Apahabar.com     Minggu, 20 Desember 2020 - 21:37 WITA

Bukan Pilihan Utama, Atap Daun Rumbia dari Anjir Muara Batola Tetap Diminati

Sembari menunggu musim tanam atau panen, ibu-ibu di Anjir Serapat Muara membuat atap daun rumbia. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Kendati bukan lagi pilihan utama bahan bangunan, sejumlah pengrajin atap daun rumbia masih bertahan di Barito Kuala.

Memang dibandingkan seng, asbes hingga sirap sekalipun, atap daun rumbia memiliki ketahanan yang terbilang rendah.

Oleh karena terbuat dari tumbuhan, atap daun rumbia juga rentan terbakar, terutama yang berumur lebih dari 5 tahun.

Namun demikian, sejumlah pembuat atap daun rumbia masih banyak ditemui di Batola. Salah satunya di Desa Anjir Serapat Muara Kecamatan Anjir Muara.

Kebanyakan pembuat atap daun rumbia dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. Biasanya mereka mulai bekerja, ketika intensitas pekerjaan di sawah mulai berkurang.

“Lumayan untuk menambah penghasilan, terutama kalau pekerjaan di sawah sudah tidak terlalu banyak,” papar Nita, salah seorang pembuat atau daun rumbia.

Satu lembar atap daun rumbia dijual seharga Rp1.000. Kalau dikerjakan terus-menerus, mereka mampu membuat minimal 2.000 lembar per bulan atau menghasilkan pendapatan Rp200 ribu.

“Kami sudah turun-temurun membuat atap daun rumbia. Saya sendiri sudah sekitar 20 tahun menjalani usaha ini,” jelas Nita.

Tidak hanya daun, rumbia yang sudah tua dan mengandung sagu, dapat dijual seharga Rp60 ribu sampai dengan Rp80 ribu.

“Sampai sekarang kami belum kekurangan bahan baku. Selain di belakang rumah, banyak pohon rumbia di pinggir jalan dan sungai,” sahut Suriah, Kepala Desa Anjir Serapat Muara.

Pemasaran dilakukan di pasar-pasar terdekat. Juga tidak jarang konsumen datang sendiri dan membeli ribuan lembar atap daun rumbia.

“Memang atap daun rumbia sudah jarang dipakai untuk rumah tinggal. Biasanya kami memakai atap daun untuk pondok di sawah atau kandang ternak,” beber Mujahidin, salah seorang pembeli dari Alalak.

“Selain ringan dan cukup baik menahan panas, atap daun rumbia lebih murah ketimbang seng atau asbes,” tandasnya.

Daun Rumbia

Kendati kurang awet, atap daun rumbia dipilih lantaran ringan dan cukup banyak menahan panas. Foto: Istimewa

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Suasana Terkini Sekumpul, Jelang Haul Abah Guru
apahabar.com

Kalsel

FSPMI: Gaji Buruh Dipotong tapi Jaminan Ketenagakerjaan Tak Dibayarkan
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan, Batulicin dan Kotabaru Berpotensi Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Sukses Tangkap Pengedar Sabu, Anggota Satpolairud Polres Batola Kalsel Dapat Penghargaan

Kalsel

Pekerja Tersengat Listrik di Bahungin Kelua, Inafis Polres Tabalong Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Bakti Sosial Untuk Masyarakat Kurang Mampu Ala Kodim 1006/Martapura
UKM

Kalsel

Komunitas UKM di Tabalong Ditatar Tertib Berlalu Lintas
apahabar.com

Kalsel

Konsep Aero City, Manfaatkan Embung Menjadi Tempat Wisata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com