Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Buset! Gegara Pandemi Pengungkapan Kasus Narkoba BNNP Kalsel Naik 270 Persen

- Apahabar.com Selasa, 22 Desember 2020 - 19:15 WIB

Buset! Gegara Pandemi Pengungkapan Kasus Narkoba BNNP Kalsel Naik 270 Persen

Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Jackson Arison Lapalonga tengah, saat penyampaian hasil giat BNNP Kalsel 2020/istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Jumlah kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang diungkap Badan Narkotik Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel meningkat tajam selama 2020.

Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Jackson Arison Lapalonga membeberkan pihaknya tahun ini berhasil mengungkap 54 kasus. Padahal, target dari BNN Pusat hanya 20 kasus.

“Di 2020 target mencapai 270 persen yaitu 54 kasus. 50 kasus sudah P21 sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Tinggal 4 yang penangkapan baru beberapa pekan lalu,” jelas Jekson saat penyampaian hasil giat BNNP Kalsel 2020, Selasa (22/12).

Menurut Jekson peningkatan ini tak hanya di Kalsel, tapi juga secara nasional. Alasannya, pada masa pandemi pengiriman barang melalui penyedia jasa bisa begitu mudah dilakukan.

“Ini memang cukup unik. Tak hanya di BNN Kalsel saja tapi di Polda juga. Kalau kita lihat secara umum di Indonesia peredaran narkotika di masa pandemi ini meningkat luar biasa. Karena belanja bisa sistem online, barang bisa dikirim dengan jasa pengiriman,” bebernya.

Lebih rinci dijelaskan, untuk pengungkapan 54 kasus ini, sedikitnya ada 97 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Lalu ada 11,6 gram ganja, 3,2 kilogram sabu dan 34 butir ekstasi yang disita.

Mirisnya, dari para tersangka ini juga didapati pelaku yang masih berstatus pelajar dengan rentang usia 16-19 tahun.

“Yang saya mau simpulkan mayoritas pengedar usia produktif. Ini cukup mengkhawatirkan kita peredaran narkotika ini,” katanya.

Kendati demikian, meningkatnya pengungkapan kasus penyalahgunaan dan peredaran ini berbanding terbalik dengan jumlah orang yang menjalani rehabilitasi.

Jumlah pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi di BNNP Kalsel maupun kota dan kabupaten di 2020 ini menurun hampir separuh dari 2019 lalu.

BNNP Kalsel mencatat sepanjang 2020 hanya ada 366 pasien yang ditangani. Sementara di 2019 lalu jumlah mencapai 767 pasien.

Menurunnya jumlah pasien ini kemungkinan besar juga disebabkan dampak pandemi Covid-19.

Sebab, ujarnya, pembatasan bertemu dengan orang salah satu yang menjadi kendala dalam pelayanan.

“Mungkin karena ini pandemi Covid-19. Karena mereka yang harusnya bisa dilayani atau datang ke sini tak bisa datang,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Asyik Rebahan di Hotel, Dua Pemuda di Batulicin ‘Digaruk’ Polisi
apahabar.com

Hukum

Sehari, 3 Helm di PN Banjarmasin Raib Digondol Maling
apahabar.com

Hukum

Polres Kobar Tetapkan 11 Tersangka Kasus Karhutla, Satu di Antaranya IRT

Hukum

VIDEO: Polisi Banyak Senjata Tajam Saat Gelar Razia di Tapin
apahabar.com

Hukum

Dugaan Pembunuhan Dua Wartawan Jadi PR Kapolri yang Baru
apahabar.com

Hukum

Nyaris Diamuk Massa di Parkiran RSUD H Damanhuri Barabai, Warga Batu Benawa HST Ditetapkan Tersangka Maling Motor
apahabar.com

Hukum

Pekan Ini, Kasus Pembunuhan Guru Teweh Dilimpahkan ke HSU

Hukum

Mr Wing Bersama 444 Botol Miras Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com