BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi

Busyet!! Ongkos Kirim Logistik ke TPS Terisolir Ini Rp 120 Juta

- Apahabar.com Selasa, 8 Desember 2020 - 22:24 WIB

Busyet!! Ongkos Kirim Logistik ke TPS Terisolir Ini Rp 120 Juta

Rombongan KPUD Kabupaten Teluk Wondama bersiap-siap naik ke helikopter untuk membawa logistik Pilkada 2020 ke Kampung Oya, Distrik Naikere, Kabupaten Teluk Wondana, Papua Barat, Selasa (8/12/2020). Foto- ANTARA/Toyiban

apahabar.com, TELUK WONDAMA – Ongkos besar harus dikeluarkan pemerintah untuk mengirim logistik perhelatan Pilkada Serentak besok.

Pasalnya di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, terdapat satu TPS yang berada di kampung terisolir.

Ongkos pengiriman logistik dan penarikan logistik Pilkada ke sana menghabiskan dana Rp 120 juta. Lantaran pengiriman harus memakai helikopter.

Padahal yang dikirim hanyalah satu kotak suara, tiga bilik suara dari bahan karton serta surat suara yang tidak terlalu banyak jumlahnya.

Selain itu juga formulir serta sarana prasara protokol kesehatan, di antaranya ember untuk tempat air mencuci tangan, dan alat pelindung diri bagi petugas KPPS.

TPS itu berada di Kampung Oya, Distrik Naikere, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kaimana.

Hanya helikopter satu-satunya alat transportasi yang dapat menjangkau kampung itu.

Untuk diketahui, sampai Pemilu 2019, distribusi logistik ke Kampung Oya dilakukan dengan berjalan kaki dengan memikul semua barang itu.

Jika berjalan kaki sambil memikul semua keperluan bahan pangan dan perlengkapan petugas pengantar serta logistik Pemilu waktu itu, diperlukan waktu antara tiga hingga lima hari untuk sampai di kampung terluar Teluk Wondama itu.

Jika cuaca hujan dan sungai meluap perjalanan bisa mencapai tujuh hari.​​​​​​​

Ketua KPUD Kabupaten Teluk Wondama, Monika Elsy Sanoi, bersama Ketua Badan Pengawas Pemilu, Menahen Sabarofek, mengawal langsung pendistribusian logistik Pilkada 2020 itu ke sana hari ini, Selasa (8/12).

“Mau tidak mau rekanan pemenang tender harus menyewa helikopter untuk mengantar dan menjemput logistik Pilkada 2020 termasuk personil pengamanan TPS,” ucap Sanoi, di Bandara Wasior dilansir Antara.

Ia menjelaskan distribusi logistik ke Kampung Oya rencananya dilakukan pada Minggu, 6 Desember. Namun akibat kendala teknis distribusi baru bisa dilaksanakan sehari sebelum pencoblosan.

Rekanan KPUD Teluk Wondama yang menjadi pelaksana, menyebutkan biaya sewa helikopter untuk sekali penerbangan pulang-pergi mencapai Rp 60 juta.

Uang segitu banyak dikalikan dua karena helikopter itu juga harus mengambil semua logistik Pilkada itu ke Wasior.

“Biaya sewanya per empat jam Rp 60 juta. Itu cukup untuk perjalanan pergi dan pulang,” katanya.

Sementara helikopter itu didatangkan dari penyedia jasa di Kabupaten Nabire Provinsi Papua.

 

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

FPI

Nasional

Komnas HAM: Petugas Langgar HAM dalam Penembakan 4 Laskar FPI
apahabar.com

Nasional

Optimisme Pemerintah Redam Covid-19 di Indonesia Juni Mendatang
apahabar.com

Nasional

Hasil Analisis Kotak Hitam Ungkap Kecelakaan Ethiopian Air Mirip Lion Air
apahabar.com

Nasional

HPN 2020 di Kalsel, PWI Siapkan Penghargaan untuk Kepala Daerah
apahabar.com

Nasional

Banjir Jabodetabek, Basarnas Kirim Pasukan SAR ke Jakarta
apahabar.com

Nasional

Lalai, Jemaah Haul Guru Sekumpul Kehilangan Barang
Jokowi: Pemerintah Upayakan Perlindungan Bagi WNI di Wuhan

Nasional

Jokowi: Pemerintah Upayakan Perlindungan Bagi WNI di Wuhan
apahabar.com

Nasional

Dongkrak Pertanian Indonesia, Uni Eropa Gelontorkan Rp 16,6 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com