Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Cari Rapid Test Antigen Harga Miring di Banjarmasin? Cek Lokasinya!

- Apahabar.com Kamis, 24 Desember 2020 - 13:32 WIB

Cari Rapid Test Antigen Harga Miring di Banjarmasin? Cek Lokasinya!

Warga Banjarmasin kini bisa mendapatkan layanan rapid test antigen dengan harga relatif murah. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Rapid test antigen kini menjadi syarat wajib perjalanan masuk ke sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di kota Banjarmasin.

Masyarakat pun ramai-ramai mencari rapid test antigen dengan harga miring.

UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin menawarkan rapid test antigen hanya dengan harga Rp 250 ribu.

“Karena acuannya paling tinggi Rp 250 ribu, tergantung alatnya,” ujar Kepala UTD PMI Banjarmasin, Dr Ramadhani Supit kepada apahabar.com.

Rama mengatakan pihaknya melayani pemeriksaan rapid test antigen secara beraturan.

Untuk mendapatkan layanan rapid test antigen, masyarakat bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu, baru kemudian diperiksa di halaman Kantor PMI Kalimantan Selatan, Jalan S Parman.

PMI sendiri baru melakukan rapid test jika sudah terkumpul sebanyak 5 pasien.

“Kita kumpulkan dulu karena petugas yang melakukan harus pakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap,” pungkasnya.

Lebih rinci, pihaknya telah mendapatkan ratusan orang pasien setelah masyarakat mengetahui UPT PMI Banjarmasin bisa melakukan pemeriksaan rapid test antigen.

“Hasil rapid test antigen ini bisa ditunggu sekitar 15 menit,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi telah merekomandasikan beberapa fasilitas kesehatan yang melayani pemeriksaan rapid test antigen.

Di antaranya Rumah Sakit Bhayangkara, Labotorium Klinik Tirta Medika, Klinik Kinibalu, Klinik Citra Sehat Utama dan Klinik Alesha.

Kemudian, UPT PMI Banjarmasin, Klinik Panasea, Klinik An Nur, Klinik Abdi Persada dan Klinik Jelita.

“Sasarannya itu untuk pelaku perjalanan saja,” ujar Machli.

Machli mengungkapkan hasil rapid test antigen sangat akurat. Hasil rapid tersebut bisa menyimpulkan diagnosa seseorang terinfeksi Covid-19.

“Kalau antigen ini positif dan negatif, tidak seperti rapid test antibody sebelumnya reaktif dan non reaktif,” tegasnya.

Jika hasilnya positif, pasien tersebut harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kondisi ini berlaku untuk orang tanpa gejala.

“Kalau dia begejala maka dilanjutkan swab dan tidak dianjurkan bepergian keluar kota,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sederet Prestasi dan Atensi Irjen Nico, Kapolda Baru Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Terungkap, Dua Alasan Anggota DPRD Kalsel Pengen ke Eropa
apahabar.com

Kalsel

Kasat Polair dan Kapolsek Bati-bati Berganti
apahabar.com

Kalsel

Masjid Ash-Shiratal Mustaqim Dirombak, Pemkab Tabalong Hibahkan Rp 10 Miliar
apahabar.com

Kalsel

Kabut dan Hujan Terpantau di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diperkirakan Hujan, BMKG: Waspada Angin Kencang dan Petir
apahabar.com

Kalsel

BPJS Barabai Terapkan Sistem Sidik Jari
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Warga Banjarmasin Tolak Lokasi Karantina Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com