Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Di BAP Bawaslu, Tim H2D Tanyakan Penggunaan SE KPU Soal Pembukaan Kotak Suara

- Apahabar.com Sabtu, 19 Desember 2020 - 11:18 WIB

Di BAP Bawaslu, Tim H2D Tanyakan Penggunaan SE KPU Soal Pembukaan Kotak Suara

Saat kotak suara dibuka di Aula Kecamatan Banjarmasin Selatan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Muhammad Isrof Pahrani memenuhi undangan Bawaslu Kota Banjarmasin, Jumat (18/12) kemarin, sekira pukul 10.00 Wita.

Ia dipanggil ke Bawaslu untuk menindaklanjuti laporannya, terkait perkara dugaan pembukaan kotak suara oleh Ketua PPK Banjarmasin Selatan, Fauzi.

“Sebelumnya kan baru laporan lisan saja. Tapi untuk BAP (Berita Acara Pemeriksaan)-nya baru kemarin,” ujar Tim dari Paslon gubernur dan wakil gubernur Kalsel nomor urut 02 Denny Indrayana – Difiriadi Darjat (H2D) ini, Sabtu (19/12).

Isrof mengatakan, isi pemeriksaan berbentuk mengklarifikasi laporan sebelumnya. Terkait kronologis dugaan pembukaan kotak suara yang terjadi pada Minggu (13/12) malam itu, yang kemudian dituangkan dalam BAP.

Selain kronologis kejadian, dalam pemeriksaan itu Isrof juga mempertanyakan soal adanya surat edaran (SE) KPU RI, yang diklaim Fauzi sebagai dasar pembukaan kotak suara.

“Yang saya tanyakan apakah dengan surat edaran itu menggugurkan prosedur pembukaan kotak suara yang diatur di Peraturan KPU,” katanya.

Inilah, ujar Isof, yang ingin dikaji oleh Bawaslu. Mengingat adanya aturan di PKPU. Sebab menurutnya dikhawatirkan dua aturan tersebut bertabrakan.

“Surat edaran kan tak boleh bertentangan. Oke surat edaran boleh membuka. Tapi pembukaannya berdasarkan prosedur (PKPU),” jelas Isrof.

Lebih jauh yang membuat Isrof sedikit heran, Bawaslu juga mencoba memastikan terkait adanya SE KPU RI.

Sehingga ia menarik kesimpulan bahwa Bawaslu juga belum mendapatkan informasi terkait adanya SE tersebut.

“Tapi yang mengherankan itu mereka (Bawaslu) nanya benar ga soal surat edaran itu. Artinya Bawaslu masih belum menerima informasi,” tukasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Trio Cilik RDP Kids Style Sumbang Perunggu di Kejurprov IODI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pasca-suami Coba Bakar Istri di Basirih Banjarmasin, Rumah Korban Jadi Tontonan Warga
apahabar.com

Kalsel

Klarifikasi Satgas Covid-19 Kalsel soal Bantuan Ribuan Rapid Test
apahabar.com

Kalsel

Driver Online Geruduk Kantor Grab Kalsel, Ratusan Polisi Siaga
apahabar.com

Kalsel

Kasihan, Warga Mengorek Puing-Puing Kebakaran di Alalak Selatan
apahabar.com

Kalsel

Napi Lapas Martapura Cuci Uang Narkoba Rp 5,2 M, Kemenkumham Kalsel Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Pasca Haul Sekumpul, 800 Ton Lebih Sampah Diangkut ke TPA

Kalsel

Update Corona 3 April: PDP Wafat di Kalsel Bertambah Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com