Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Digagas Indonesia, PBB Sahkan Resolusi untuk Lindungi Pelaut

- Apahabar.com Rabu, 2 Desember 2020 - 13:13 WIB

Digagas Indonesia, PBB Sahkan Resolusi untuk Lindungi Pelaut

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengesahkan secara konsensus resolusi yang digagas Indonesia tentang kerja sama antarnegara untuk melindungi pelaut (seafarers) di masa pandemi.

“Resolusi ini merupakan bukti nyata kiprah Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar dalam mendorong kerja sama untuk melindungi pelaut terutama dari dampak pandemi Covid-19,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan tertulis seperti dilansir Antara, Rabu (2/11).

Resolusi yang disahkan pada Selasa (1/12) di New York, Amerika Serikat, disponsori oleh 71 negara anggota PBB dan merupakan resolusi Majelis Umum PBB pertama terkait pelaut dan pengelolaan arus barang secara global.

Menurut Menlu Retno, dukungan dari 71 negara PBB menjadi bukti keberhasilan Indonesia dalam memperjuangkan isu strategis serta menjadi “jembatan” antara berbagai kepentingan negara dari berbagai kawasan.

Hal ini merupakan terobosan penting mengingat isu pelaut menjadi perhatian semua pihak khususnya di masa pandemi Covid-19.

Resolusi itu antara lain meminta negara-negara untuk menetapkan pelaut sebagai key workers atau pekerja sektor penting, melaksanakan ketentuan tentang keselamatan pelaut termasuk pergantian awak kapal, dan mendorong kerja sama semua pihak untuk memfasilitasi perjalanan, repatriasi, serta akses layanan kesehatan bagi pelaut.

Wakil Tetap RI untuk PBB Duta Besar Dian Triansyah Djani menegaskan bahwa, dukungan berbagai negara atas inisiatif Indonesia ini tidak terlepas dari peran aktif diplomasi multilateral Indonesia di bidang kelautan dan pengelolaan arus barang global, termasuk dalam mendorong kerja sama di tengah situasi Covid-19.

Inisiatif Indonesia di PBB ini sejalan dengan upaya mendorong peningkatan perdagangan internasional dan kelancaran transportasi laut.

Sektor perkapalan mengangkut 80 persen produk perdagangan dunia dan memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan Covid-19, khususnya untuk mengangkut obat-obatan dan alat-alat kesehatan, makanan, serta kebutuhan pokok lainnya.

Saat ini Indonesia menempati urutan ketiga terbesar yang memiliki tenaga pelaut di dunia setelah China dan Filipina.

Berdasarkan data UN Conference on Trade and Development (UNCTAD), terdapat sekitar dua juta pelaut di dunia yang bekerja di lebih dari 980.000 kapal komersial dan mengangkut lebih dari 11 miliar ton produk perdagangan global.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

UPDATE Terkini Kondisi Presiden Donald Trump Pascadiberi Oksigen dan Dua Dosis Obat Remdesivir
apahabar.com

Internasional

Kim Jong Un: Tak Akan Ada lagi Perang, Senjata Nuklir Hanya untuk Bertahan
apahabar.com

Internasional

Pesawat Tempur AS Jatuh di Inggris, Pencarian Pilot Dimulai
apahabar.com

Internasional

Trump Sebut Covid-19 Akan Hilang Meski Tanpa Vaksin
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 Global: Tembus 7 Juta Positif, 400 Ribu Orang Meninggal
apahabar.com

Internasional

Pilpres AS 2020 Jadi Ajang Judi di Australia, Bandar Bayar Rp 231 Miliar untuk Kemenangan Biden
apahabar.com

Internasional

Pria Tertua Dunia Meninggal di Usia 113 Tahun
apahabar.com

Internasional

Jelang Pemilu AS, Twitter Tambah Lebih Banyak Label Peringatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com