Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal

Dipicu Varian Baru Virus Corona, Warga Inggris Dilarang Masuk Indonesia

- Apahabar.com Kamis, 24 Desember 2020 - 16:04 WIB

Dipicu Varian Baru Virus Corona, Warga Inggris Dilarang Masuk Indonesia

Kedatangan warga negara asing bakal lebih diawasi, seiring temuan varian baru virus corona di Inggris. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Akibat kemunculan varian baru virus Corona di Inggris, membuat warga negara tersebut dilarang memasuki sementara.

Larangan itu merupakan addendum atau tambahan klausul di dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pembatasan Perjalanan Selama Libur Akhir Tahun hingga 8 Januari 2021.

Poin utama dari aturan tambahan ini adalah memperketat pengawasan kedatangan pelaku perjalanan dari Inggris, Eropa, dan Australia.

“Tambahan aturan ini diterapkan pasca temuan varian baru virus SARS CoV-2 di Inggris, yakni SARS CoV-2 VUI 202012/01,” papar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Kamis (24/12).

“Varian baru itu telah membuat lonjakan kasus di Eropa, sehingga perlu dilakukan pengetatan perjalanan untuk melindungi warga Indonesia,” imbuhnya.

Dengan demikian, Warga Negara Asing (WNA) dari Inggris baik secara langsung atau transit di negara asing, untuk sementara tidak dapat masuk wilayah Indonesia.

Sementara WNA dan WNI dari wilayah Eropa dan Australia, serta WNI yang datang dari Inggris, baik secara langsung atau transit, masih bisa masuk ke Indonesia.

Syaratnya mereka harus menunjukkan hasil negatif tes PCR di negara asal. Dokumen tes PCR yang dimaksud berlaku maksimal 2×24 jam sebelum jam keberangkatan.

“Apabila hasil tes ulang PCR menunjukkan hasil positif saat kedatangan di Indonesia, WNI diminta melakukan karantina selama lima hari, terhitung sejak tanggal kedatangan,” beber Wiku.

“Sedangkan WNA melakukan karantina mandiri di hotel yang telah ditentukan dengan biaya mandiri. Khusus perwakilan asing dan keluarga, karantina bisa dilakukan di kediaman masing-masing,” tambahnya.

Setelah lima hari isolasi mandiri, pendatang yang positif melakukan tes PCR lagi. Apabila dinyatakan negatif, mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan di Indonesia.

Pemerintah sendiri telah menyediakan 17 hotel dengan kapasitas 3.570 kamar sebagai tempat isolasi mandiri.

“Aturan tambahan ini dibuat untuk membatasi mobilitas manusia yang berpotensi meningkatkan penularan. Apalagi virus bisa mengalami mutasi, ketika replikasi selama proses infeksi dalam tubuh manusia,” tandas Wiku.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Sempat Bingung Pilih Sel Lucinta Luna
apahabar.com

Nasional

Bantu Pemerintah, Ketum Hipmi Rela Hotelnya Jadi Tempat Isolasi
BMKG

Nasional

BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sebagian Wilayah Indonesia
apahabar.com

Nasional

4 Polisi Terluka Diserang Terduga Teroris
apahabar.com

Nasional

Selain Taburan Bunga, Barbel Juga Hiasi Makam Agung Hercules
apahabar.com

Nasional

Busyet!! Ongkos Kirim Logistik ke TPS Terisolir Ini Rp 120 Juta
apahabar.com

Nasional

Mitra Kukar Bawa 22 Pemain Hadapi Sriwijaya
apahabar.com

Nasional

Anang Kritik Pasha Soal Hari Duka Cita Musik Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com