Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Diteror Kelompok Santoso, Masyarakat Lembantongoa Masih Takut Berkebun

- Apahabar.com Selasa, 1 Desember 2020 - 18:23 WIB

Diteror Kelompok Santoso, Masyarakat Lembantongoa Masih Takut Berkebun

Sejumlah anak-anak bermain di sekitar perkampungan mereka di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (29/11/2020). Warga berharap aparat keamanan untuk dapat segera menangkap para pelaku penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora yang menewaskan empat orang warga desa setempat. Foto: Antara

apahabar.com, PALU – Masyarakat di Desa Lembantongoa, Kecematan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, masih takut berkebun.

Jumat (27/11) kemarin, serangan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menewaskan empat warga transmigrasi di wilayah itu pada Jumat (27/11).

MIT organisasi yang dicap sebagai kelompok teroris oleh pemerintah. MIT saat ini dipimin oleh Ali Kalora sepeninggal Santoso.

”Kami tidak berani pergi ke kebun, meski jaraknya tidak jauh dari rumah, sebab sangat khawatir dengan keamanan dan keselamatan jiwa kami,” kata Huber SP, salah seorang pengurus kelompok tani di Desa Lembantongoa, Selasa (1/12) dilansir Antara.

Peristiwa berdarah yang sangat menggemparkan itu membuat warga transmigrasi maupun masyarakat di Desa Lembantongoa memilih untuk sementara tinggal di rumah.

Padahal, katanya, untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari mereka selama ini dari hasil pertanian dan perkebunan.

Hasil panen setelah dijual, uangnya digunakan untuk membeli berbagai barang/bahan kebutuhan sehari-hari.

”Tapi mau bagaimana lagi, lebih baik kami tidak ke kebun, dari pada jiwa kami terancam dari serangan teroris,” kata Huber.

Hal senada juga diungkapkan Jefri, salah seorang warga Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo.

Jefri mengemukakan pasca-pembunuhan keji yang diduga dilakukan kelompok teroris MIT Poso, masyarakat saat ini hanya tinggal di rumah.

Masyarakat lebih memilih untuk sementara tidak melakukan aktivitas di kebun, sebab masih takut akan keselamatan jiwanya.

Memang, katanya, sudah banyak aparat yang datang ke Desa Lembantongoa, tetapi masyarakat umumnya masih trauma berat dengan kejadian yang mengerikan tersebut.

Seperti diketahui bahwa pada Jumat (27/11) sekitar pukul 08.00, sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang didiga kuat adalah anggota MIT Poso melakukan penyerangan ke permukiman warga Transmigrasi di wilayah tersebut.

Ada empat warga transmigrasi yang dibunuh dan beberapa rumah dibakar habis rata dengan tanah.

Mereka juga berharap para pelaku penganiayaan berat terhadap warga transmigrasi di Desa Lembantongoa beberapa hari lalu bisa secepatnya dilumpuhkan oleh aparat TNI/Polri yang dikerahkan memburu para teroris.

Masyarakat mendoakan aparat TNI/Polri segera menumpas habis para kelompok teroris sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman untuk mempertahankan keberlangsungan hidup keluarganya.

Desa Lembantongoa hampir 100 persen adalah petani menanam berbagai komoditi seperti padi sawah, padi ladang, jagung, kedelai, tomat, cabe, pisang, ubi-ubian, kopi, cengkeh dan kakao.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda, Begini Kata BMKG
apahabar.com

Nasional

Lauren Gunawan, Paspampres AS Keturunan Indonesia “Sowan” ke KBRI
apahabar.com

Nasional

Kabar Gembira, Indonesia Mulai Produksi Vaksin Covid-19 Tahun Depan
apahabar.com

Nasional

PHM Operasikan Rig Ke-4 Pengeboran Lepas Pantai
Eric

Nasional

Erick Thohir Ketua MES, AFSI: Terbukti Bawa Banyak Inovasi
apahabar.com

Nasional

Data AirVisual Selasa Pagi: Udara Jakarta Terkotor Ke-6 di Dunia
apahabar.com

Nasional

3.517 Wartawan Lolos Seleksi Fellowship Perubahan Perilaku
apahabar.com

Nasional

Mabes Polri Bantu Selidiki Penyerangan Mapolsek Ciracas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com