Hasil Liga Inggris, Watkins Antar Aston Villa Tenggelamkan Newcastle 2-0 Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil

Ditutup Sejak Maret 2020, Posyandu di Batola Dibuka Kembali

- Apahabar.com Jumat, 4 Desember 2020 - 15:54 WIB

Ditutup Sejak Maret 2020, Posyandu di Batola Dibuka Kembali

Semua Posyandu di Barito Kuala dianjurkan kembali dibuka, setelah mempertimbangkan urgensi pemantauan 1.000 hari pertama kehidupan. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Setelah sempat ditutup, pelayanan Posyandu di Barito Kuala kembali diaktifkan.

Akibat peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 di Batola, semua kegiatan Posyandu memang dihentikan serentak sementara sejak 23 Maret 2020.

Di sisi lain, tak sedikit orang tua yang enggan mendatangi pusat-pusat kesehatan untuk memeriksa kandungan maupun melanjutkan program imunisasi anak mereka.

Lantas mempertimbangkan urgensi pemantauan perkembangan balita dan kontinuitas program pencegahan stunting, Presiden Joko Widodo meminta agar Posyandu kembali dibuka mulai 5 Agustus 2020 dalam protokol kesehatan.

Anjuran itu tak serta-merta diterapkan di Batola, sampai akhirnya diterbitkan surat edaran tentang pelaksanaan kembali Posyandu per 6 November 2020.

“Seiring penerbitan surat edaran tersebut, kegiatan Posyandu kembali dibuka, terutama di desa/kelurahan yang berstatus zona hijau dan menerapkan protokol kesehatan,” papar Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Batola, Candra Wijaya, Jumat (4/12).

“Sementara tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan, harus berpedoman dengan Panduan Pelayanan Kesehatan Balita yang dikeluarkan Dirjen Kesehatan Masyarakat,” imbuhnya.

Merujuk Panduan Operasional Upaya Kesehatan di Posyandu dalam Adaptasi Kebiasaan Baru, hanya petugas dan pengunjung yang sehat boleh datang ke Posyandu.

Kemudian memprioritaskan kegiatan mandiri menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

“Sebelumnya selama pelayanan Posyandu dihentikan, beberapa kecamatan membuat regulasi internal, mengingat kesehatan ibu dan anak tetap diutamakan,” beber Candra.

“Dinas Kesehatan juga memberikan sejumlah alternatif, di antaranya kunjungan terjadwal oleh kader atau petugas ke rumah ibu hamil dan menyusui, serta kegiatan dasa wisma,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Banjir

Batola

Curah Hujan Meningkat, Tiga Kecamatan di Batola Dikelilingi Banjir

Batola

Digandeng Diskoperindag Batola, Pekerja Bengkel Las Bikin Alat Cuci Tangan Portabel
KPU

Batola

Sampai Malam, KPU Batola Turunkan APK Paslon Pilgub Kalsel 2020
apahabar.com

Batola

Batola Target Zona Hijau, Protokol Kesehatan Lingkungan Industri Diawasi
apahabar.com

Batola

Tunggu Hasil PCR, Operasional IGD Abdul Aziz Marabahan Tertunda

Batola

Sejumlah Pejabat Eselon II di Pemkab Batola Berubah, Berikut Daftarnya
apahabar.com

Batola

Perwira Polres Batola Bergeser Lagi, Kasat Reskrim Pindah ke Polres Tabalong
apahabar.com

Batola

Good Job! Lebih Separuh Pasien Covid-19 di Batola Sembuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com