Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Duh, Juliari Diduga Terima Fee Rp 10 Ribu per Paket Bansos

- Apahabar.com Minggu, 6 Desember 2020 - 17:59 WIB

Duh, Juliari Diduga Terima Fee Rp 10 Ribu per Paket Bansos

Menteri Sosial Juliari P Batubara. Sumber: istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Setiap paket Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 sembako senilai Rp 300 ribu, Menteri Sosial Juliari P Batubara diduga menerima fee atau ongkos Rp 10 ribu.
Dilansir CNN Indonesia, Juliari ditangkap tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (6/12) dini hari setelah sempat menjadi buron.

KPK mengatakan Juliari menunjuk dua pejabat Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW), sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek bansos tersebut. Kedua pejabat itu lalu menunjuk langsung para rekanan yang dilibatkan dalam proyek bansos itu.

“Dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui MJS. Untuk fee tiap paket Bansos disepakati oleh MJS dan AW sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket Bansos,” bunyi pernyataan KPK.

Juliari diduga menerima uang senilai total Rp 17 miliar dari dua pelaksanaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan Covid-19.

Pengadaan bansos corona berupa paket sembako di Kementerian Sosial RI Tahun 2020 memiliki nilai sekitar Rp 5,9 Triliun dengan total 272 kontrak dan dilaksanakan dalam dua periode.

Kemudian, kontrak pekerjaan dibuat oleh Matheus dan Adi pada Mei-November 2020 dengan beberapa supplier sebagai rekanan, di antaranya adalah Ardian I M dan Harry Sidabuke (swasta) dan PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus.

Sementara itu, pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama, KPK menduga diterima fee sebesar Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari melalui Adi. Juliari menerima sekitar Rp 8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh EK dan SN, selaku orang kepercayaan Juliari sekaligus Sekretaris di Kemensos untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi sang menteri.

Sedangkan untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, KPK mengatakan bahwa terkumpul uang fee dari bulan Oktober-Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Siapa Gantikan Kim Jong Un Jika Korut Hadapi Suksesi?
apahabar.com

Nasional

Selain Taburan Bunga, Barbel Juga Hiasi Makam Agung Hercules
apahabar.com

Nasional

Apresiasi Gerak Cepat Jokowi, JMSI Ajak Media Jernihkan Informasi
apahabar.com

Nasional

400 Ribu Reagen PCR Tiba dari China, Daerah Jemput Sendiri ke Jakarta
apahabar.com

Nasional

Sederet Manfaat Omnibus Law versi Kemenkumham: Tak Melulu Soal Investasi
Megawati

Nasional

Laut NKRI Diobok-obok, Megawati Ungkap Penyebabnya
apahabar.com

Nasional

Segera Dibahas, Wapres Sebutkan Aturan di Ponpes Jika New Normal
sriwijaya air

Nasional

MERINDING! Ayah Bos Soto Banjar Minta Salat Jamak Sebelum Naik Pesawat SJY-182
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com